RegionalSerba Serbi

Kejadian Sosial di Blitar Jatim, Netizen Mention Ganjar

“Dengan kanal-kanal itu, masyarakat dapat mudah berkomunikasi langsung…”

– Ganjar Pranowo

BLITAR – Baru-baru ini, seorang warganet mengunggah foto keluarga Aisyah, anak SMP asal Blitar, Jawa Timur. Bukan karena ingin pamer foto keluarga, pengguna Twitter @JavanoA mencoba untuk menginisiasi penggalangan dana lantaran kondisi keluarga Aisyah.

“Assalamuallaikum Wr. Wb. Salam sejahtera untuk sahabat semua. Disini sya mencoba membuka hati nurani sudara dan sahabat smua untuk melihat sebentar keadaan saudara kita ini. Namanya Aisyah kls 8 SLTP,alamat Sragi Rt.03 Rw.01 Kec.Talun Kab.Blitar Jawa Timur. Adek Aisyah…” tulisnya pada Rabu (30/5) pagi.

https://twitter.com/JavanoaA/status/1266542645175709696

Seperti yang telah dibicarakan di jagad Twitter, Aisyah yang baru kelas 8 hanya tinggal bersama ibu dan neneknya yang keduanya memiliki keterbelakangan. Tidak adanya keluarga dekat, ia hanya mengharapkan pada sumbangan dari tetangga-tetangganya.

Kondisi rumah yang tidak layak huni pun menjadi alasan penggalangan dana. “Mohon berkenan membantu adek kita ini Aisyah,” begitu tulisnya.

Cuitan tersebut dikutip oleh pengguna Twitter @NengAyuAndira dengan menyebut akun pribadi milik Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Cc @ganjarpranowo Tolong pak Ganjar Sampaikan Ke temen Jenengan. Karena Temen njenengan Yang Pegang Admin. Jadi Gak Mungkin Ke baca. Terimakasih Atas Kedediaan Bapak. Lemas Teles Nggih pak. Gusti Allah Engkang Bales,” kutipnya.

Hanya selang beberapa menit, cuitan tersebut dibalas oleh Ganjar. “Disampaikan ke siapa? cc @bpbdblitar,” tulisnya.

Utas cuitan tersebut sontak menjadi ramai. Ada warganet yang bingung mengapa lapor ke Ganjar, namun ada juga yang malah bercerita tentang kondisi desanya sebab tak tahu ke mana lagi harus mengadu. Ada juga yang mencoba untuk menyebut akun Twitter milik Khofifah, Gubernur Jawa Timur, namun hingga berita ini terbit Khofifah belum menanggapi.

Keaktifan Ganjar dalam dunia maya memanglah tidak baru. Ia acap kali memaksa bupati walikota dan pejabat di sekitarnya untuk aktif di media sosial.

“Dengan kanal-kanal itu, masyarakat dapat mudah berkomunikasi langsung menyampaikan masukan, saran dan harapan terhadap program-program perencanaan pembangunan di Jawa Tengah,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *