OpiniUncategorized
Trending

Menumbuhkan Jiwa Jurnalistik, Independen Dan Kreatif : Sebagai Kewajiban Atau Harapan?

 Oleh : Juaini Harmaen, Mahasiswa Uinsi Samarinda penerima beasiswa cendekia BAZNAS

Teknologi komunikasi serta informasi semakin berkembang dan  berpengaruh pada dunia jurnalistik. Jurnalistik masa depan tak lagi dituntut buat menyusun teks berita semata. namun, seorang jurnalis harus memiliki keahlian selain menulis berita, sehingga bisa bersaing pada era digital serta pada dalam warga  jaringan.

Jurnalisme masa depan menghasilkan dan menyebarkan kontennya melalui Internet dengan cepat. Zaman sekarang ini kita memasuki era disrupsi singkatnya artinya fenomena waktu masyarakat menggeser aktivitas yang mulanya dilakukan di dunia nyata berpindah ke dunia maya.

Juaini Harmaen, Mahasiswa Uinsi Samarinda penerima beasiswa cendekia BAZNAS

Seiring bergesernya perkembangan zaman tentu hal ini juga mempengaruhi perilaku komunikasi masyarakat yang biasa menikmati santapan informasi melalui media massa mainstream, kini beralih ke digital.

Ini adalah menjadi tantangan yang sangat besar terhadap jurnalistik kedepannya bagaimana mempersiapkan sedini mungkin agar mampu memberikan informasi yang  menarik, faktual dan terpercaya  kepada masyarakat.

Oleh sebab itu seorang jurnalistik harus mempunyai kemampuan dan keahlian yang matang dalam mempelajari disiplin ilmu jurnalis. Kemudian apa saja yang diperlukan untuk membentuk jiwa kreatif dan independen. Lalu  akankah ini menjadi kewajiban atau harapan dalam dunia jurnalistik?

Jurnalistik Kreatif

Jurnalis adalah pfofesi intelektual sekaligus  penjaga gawang harapan publik. Itulah sebabnya jurnalis dituntut mempunyai kreativitas, independen, profesional,dan bermartabat. Ada lima “modal” yang harus dimiliki.

  1. Pengetahuan.

Pengetahuannya Harus luas. Mencakup berbagai macam disiplin ilmu, kendati tidak mendalam.Wajib paham hukum.

  • Persepsi.

Luasnya pengetahuan melahirkan daya persepsi, yaitu kemampuan mengupas  dan menganalisis serangkaian keadaan, kemudian menarik kesimpulan.

  • Observasi.

Daya mampu observasi wajib harus dimiliki jurnalis. Nyatanya, kemampuan mengamati dan mendeteksi hal-hal yang tidak wajar, dan hal-hal yang menarik hati atau menarik perhatian. Observasi terbatas pada hal-hal fisik.

  • Mampu menarasikan opini.

Hakikatnya, karya tulis jurnalis harus tepat sasaran. Berdaya menarik minat baca khalayak komunikan yang dituju. Maka, jurnalis dituntut menguasai Bahasa Indonesia Jurnalistik secara mumpuni. Kata-kata adalah “alat” berkarya jurnalistik.

  • Memanusiakan manusia.

Jurnalis wajib memiliki dan memberikan perhatian terhadap manusia dalam arti kata seluas-luasnya. Tanpa mempunyai perhatian tersebut, seorang jurnalis akan cepat kehilangan ide. kemampuan berkreasi pun tumpul. Ia berpotensi kehilangan kudrat kemanusiaan, dan berpotensi akan jauh dari martabat.

Jurnalistik Independen

Jurnalistik independen merupakan kegiatan jurnalisme yang dalam proses pemberitaan dan penulisan beritanya tidak melakukan keberpihakan kepada kelompok atau golongan tertentu. Pemberitaan media informasi kepada masyarakat harus benar dan tidak diarahkan untuk membentuk sentimen tertentu.

Itulah beberapa modal yang harus dimilki oleh jurnalistik agar peran sebagai arena bagi para aktor berebut eksistensi dari identitas jurnalisme itu sendiri dan mampu menciptakan kedamaian untuk semuanya.

Jurnalistik Independen dan Kreatif Sebagai Kewajiban atau Harapan?

Jurnalistik memiliki peran mendidik, Menyiarkan informasi, Menghibur dan mempengaruhi. Agar media informasi ke publik memberikan informasi yang sesuai nilai dan norma. Kemudian jurnalistik independen dan kreatif sebagai kewajiban sekaligus harapan karena pada dasarnya jurnalistik harus mempunyai jiwa independen (netral), kreatif (inovasi baru) dan memahami kode etik jurnalistik dan kode etik perilaku.

Oleh karena itu jurnalistik dalam memberikan informasi harus komunikator (siapa yang mengatakan), pesan (mengatakan apa), media (melalui saluran apa), komunikan (kepada siapa), efek (dampaknya apa) yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa indonesia yang sesuai UUD 1945 melalui tinta-tinta emas seorang jurnalis.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *