Uncategorized

Tak Terima Agama Dihina, Napoleon Pukul dan Lumuri Penista Agama dengan Kotoran Manusia

Melihatindonesia.id – Bareskrim Polri menyebut Irjen Napoleon Bonaparte (NB) telah memukuli dan melumuri Muhammad Kece dengan kotoran manusia. Hal ini didapat dari hasil pemeriksaan perkara penganiayaan Kace di rutan yang sama dengan Napoleon.


“Dalam pemeriksaan terungkap selain terjadi pemukulan, pelaku NB juga melumuri wajah dan tubuh korban dengan kotoran manusia yang sudah dipersiapkan oleh pelaku,” ucap Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, Minggu (19/9).

Menurut Andi peristiwa itu terjadi tepat pada hari yang sama saat Kace mengalami penganiayaan di sel isolasi rutan Bareskrim Polri.


Kotoran manusia itu, kata Andi, sudah disiapkan Napoleon di dalam selnya. Seorang saksi mengaku diperintah mengambil kotoran tersebut lalu Napoleon melumurinya ke wajah dan tubuh Kece.

“Salah satu saksi diperintahkan NB untuk mengambil bungkusan kotoran yang sudah disiapkan di kamar NB, kemudian NB sendiri yang melumuri,” ungkap Andi.

Napoleon merupakan pihak terlapor perkara penganiayaan yang dilaporkan Kace ke Bareskrim Polri pada 26 Agustus. Kece ditangkap kepolisian karena kasus penistaan agama pada 24 Agustus.

Sedangkan Napoleon, mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, adalah terpidana kasus penerimaan suap dari terpidana korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra.

Perkara penganiayaan ini sudah masuk tahap penyidikan oleh Bareskrim Polri, sejauh ini ada tiga saksi yang diperiksa.

Sebelumnya beredar surat terbuka di kalangan media yang diduga ditulis Napoleon. Dalam surat diekspresikan bahwa Napoleon tak suka atas perbuatan Kece yang menghina agamanya.

“Siapapun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, Al-quran, Rasulullah SAW dan akidah Islamku. Karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya,” tulis surat itu.

Belum ada pernyataan dari pihak Napoleon terkait kasus ini ataupun soal surat terbuka yang beredar tersebut. 




Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *