Uncategorized

Komisi VI DPR Dukung IFG Bertindak dalam Pemulihan Ekonomi

Sosialisasi mengenai peran IFG dan anak perusahaan dalam menyediakan produk asuransi dan penjamin di masyarakat yang digelar di Kota Solo, Kemarin (14/10)

SOLO, Indonesiamelihat.id – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Yohanes Aria Bima Trihastoto meminta agar Indonesia Financial Group (IFG) semakin meningkatkan Tindakan dalam pemulihan ekonomi yang sempat terdampak karena pandemic COVID-19.

Hal ini disampaikan dalam sosialisasi mengenai peran IFG dan anak perusahaan dalam menyediakan produk asuransi dan penjamin di masyarakat yang dilaksanakan di Kota Solo, Kemarin (14/10).

Sosialisasi ini digelar oleh empat anak perusahaan IFG mulai dari PT Jasindo, PT Askrindo, PT Jasa Raharja, dan PT Jamkrindo yang digelar di The Sunan Hotel Solo.

Menurut Aria, pandemic COVID-19 yang telah berlangsung sejak awal 2020 memasuki Indonesia memiliki dampak yang luas bagi seluruh sector di Indonesia, terutama sector UMKM yang mengalami penurunan omzet secara drastis.

“Oleh karena itu, di masa pandemi ini pemerintah memberikan program-program yang dapat membantu dunia usaha. Dengan wujud kita berikan insentif tunai dan keringanan kredit. Selain mengelola system kredit, pemerintah juga memberikan insentif dalam bentuk asuransi dan jaminan,” ucap Aria.

Lanjut Aria, menurutnya IFG sebagai BUMN holding asuransi dan penjaminan diharapkan mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi nerskala nasional dan meningkatkan stabilitas dan inklusi keuangan nasional.

Tak hanya itu, Kementrian Keuangan dan Kementrian BUMN telah menyiapkan dana yang berasal dari  Penyertaan Modal Negara, yang mengacu pada PP No. 20 tahun 2020. Peraturan itu berisi tentang penambahan penyertaan modal negara ke dalam modal saham PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) yang sekarang menjadi IFG.

“Dengan IFG, kita sinergikan dan berkolaborasi antara BUMN asuransi bersama BUMN lainnya,” pungkasnya.

IFG saat ini memiliki Sembilan entitas anak perusahaan, di antaranya dari PT Jasindo, PT Bahana Sekuritas, PT Jasa Raharja, PT JamkrindoPT Askrindo, PT Graha Niaga Tata Utama, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, dan PT Bahana Capital Investa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *