Breaking News
Trending

Gerakan Nasional Melawan Osteoporosis di Solo Dicanangkan Ma’ruf Amin Secara Virtual

SOLO, Melihat Indonesia.id – Osteoporosis atau dinamakan tulang keropos masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Indonesia, khususnya lansia.

Padahal gaya hidup sekarang, terlebih dengan tren work from home (WFH) selama pandemi COVID-19, tampaknya menjadi salah satu potensi terjadinya osteoporosis pada usia muda.

Menurut International Osteoporosis Foundation (IOF) 2020, osteoporosis adalah penyakit tulang sistematik yang ditandai dengan penurunan kekuatan tulang, sehingga tulang mudah patah.

Berdasarkan pantauan Melihat Indonesia.id, Gerakan Nasional Melawan Osteoporosis dalam rangka merayakan Hari Nasional Osteoporosis 2021 dilaksanakan secara antusias oleh Persatuan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) di seluruh Indonesia, termasuk Kota Solo.

Untuk memperingatinya, olahraga senam dilaksanakan serentak se-Indonesia diikuti ribuan peserta secara Hybrib, Sabtu (23/10) pukul 06.30 – 09.30 WIB berpusat di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Di Kota Solo, senam dilakukan di Rumah Sakit Ortopedi Dr. Soeharso Surakarta.

Ketua Perwatusi Solo, Sri Sunarsih Murbono mengatakan, tahun ini, gelaran senam dalam merayakan Hari Osteoporosis Nasional terasa berbeda. Meski begitu, acara senam yang dilaksanakan sebanyak tiga sesi ini hanya berlaku bagi peserta yang sudah divaksin dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Biasanya hari osteoporosis nasional dirayakan dengan diikuti peserta sebanyak 500 orang. Namun, pandemi membuat kami merayakannya hanya dengan segelintir 30 peserta. Itupun sebagian besar adalah pengurus Perwatusi Solo” Kata Sri Sunarsih kepada wartawan.

Sementara itu, Pengurus Perwatusi sekaligus Koordinator Pelayanan Medik dan Keperawatan RS Ortopedi Dr. Soeharso Surakarta, Retno Setyaning mengatakan selama masa pandemi, sebagian besar masyarakat lebih memilih menghabiskan aktivitas di rumah ketimbang di luar rumah. Menurutnya, aktivitas tersebut menjadi suatu kemunduran bagi aktivitas fisik.

“Jadi memang ada penelitiannya di seluruh dunia. Bahkan anak muda juga mengalami kemunduran fisik. Apalagi lansia yang takut keluar rumah karena khawatir terserang virus Covid-19,” ucap Retno.

Lanjut Retno menjelaskan, sebenarnya osteoporosis adalah hal yang biasa. Hal ini hanya dialami bagi penderita osteoporosis primer. Sebagai contoh, wanita yang mengalami menopause dan laki-laki berumur 70 tahun ke atas. Sementara osteoporosis sekunder dialami bagi seseorang yang disertai penyakit lain memudahkan tulang menjadi keropos lebih cepat sebelum waktunya. Sebagai contoh, gangguan ginjal atau karena meminum obat-obatan tertentu secara jangka panjang karena penyakitnya.

“Pencegahannya diperlukan operasi yang harus menggelontorkan dana lumayan besar karena sendi harus diganti. Untuk itu, sebisa mungkin umumnya di umur 30 tahun atau sejak dalam kandungan perbanyaklah mengonsumsi vitamin D dan nutrisi yang dapat menyehatkan tulang,” ucapnya.

Sementara itu, Gerakan Nasional Melawan Osteoporosis dicanangkan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Dalam kesempatan itu, Ma’ruf Amin menyampaikan dukungan penuh atas segala upaya lembaga-lembaga seperti Perwatusi yang secara aktif dan produktif membantu pemerintah untuk menuju cita-cita bangsa yakni Indonesia sehat dan produktif.

“Ditahun 2021, Perwatusi memilih tema yang sangat strategis untuk mendorong cita-cita Bangsa Indonesia menuju Indonesia sehat bertulang kuat dan produktif, yaitu Gerakan Nasional Melawan Osteoporosis,” Sambutan Ma’ruf Amin yang hadir secara virtual.

Ma’ruf Amin melanjutkan, bahwa osteoporosis tidak saja menyasar satu dari tiga wanita di Indonesia, tetapi juga kaum bapak yang sudah banyak terdampak penyakit tulang keropos ini.

“Untuk itulah, Gerakan Nasional Melawan Osteoporosis menjadi penting untuk kita dukung bersama lapisan masyarakat. Karena gerakan ini tidak saja bertujuan mengobati, akan tetapi juga pencegahan baik aktifitas olahrahga dan asupan nutrisi setiap hari,” jelas Wapres Ma’ruf Amin.

Beberapa tokoh turut hadir secara virtual dan mendukung kegiatan Gerakan Nasional Melawan Osteoporosis, diantaranya Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono yang mengatakan pentingnya gerakan nasional ini dilakukan karena satu dari tiga wanita akan terkena dampak osteoporosis.

Dukungan serupa juga disampaikan secara virtual oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

“Kegiatan ini tak hanya bertujuan kesehatan semata tetapi lebih dari aktifitas olahraga masyarakat, yakni dapat mendorong pariwisata dan perekonomian rakyat,” tuturnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *