Breaking NewsNasionalNews

Laksanakan Program Mas Dhito, Dukcapil Jemput Bola ke Desa

KEDIRI – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kediri menjalankan program jemput bola dengan datang ke pemerintah desa untuk menertibkan data administrasi kependudukan(adminduk) akta kematian.

“Saat ini kami ada program jemput bola, kami telah berkoordinasi dengan pemerintah desa, supaya mendata masyarakat yang meninggal dan punya akte kematiannya,” kata Kepala Disdukcapil Kediri Wirawan, Rabu (23/11/2021).

Program yang rencananya mulai dijalankan Desember 2021 itu, menurut Wirawan dilandasi persoalan masih minimnya kesadaran masyarakat untuk mengurus akte kematian keluarganya yang meninggal. Biasanya, pengurusan dilakukan ketika keluarga baru memerlukan akta kematian, seperti akan melakukan pecah warisan.

“Masih kecil prosentase akte kematian yang kami keluarkan saat ini, kendalanya tidak semua orang mau melaporkan kematian atau pengurusan akte kematian,” ucapnya.

Data Disdukcapil Kabupaten Kediri, akta kematian yang dikeluarkan pada tahun 2021, diantaranya Januari sebanyak 827, Februari 870, Maret 899, April 945, Mei 789, Juni 1.013, Juli 896, Agustus 1.764. Karena pentingnya data adminduk itu, perlu dilakukan kroscek data lapangan dengan jemput bola.

Hal itu sesuai dengan program Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono atau yang akrab dengan sapaan Mas Dhito untuk meningkatkan pelayanan kepada publik, salah satunya adminduk. Disisi lain, saat ini Disdukcapil tengah menjalin kerjasama pemanfaatan data adminduk dengan instansi lain.

Sejauh ini instansi yang telah bekerjasama yakni BKD, sedang instansi lain yang masih proses Bapenda, Dinsos, Dinkes, Dinas Pertanian, dan Dinas Pendidikan. Pentingnya data kependudukan seperti akta kematian, dibenarkan Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Kediri Totok Agung Pujiarto.

Diterangkan, jika ada kasus penerima program bantuan meninggal, dan masih memiliki ahli waris. Ahli waris itu bilamana masuk kriteria PKH (Bumil, balita, SD, SMP, SMA dan lansia) tetap bisa mengambil bantuan namun perlu adanya akta kematian.

“Bantuan tetap bisa diambil dengan surat waris termasuk surat kematian harus ada, kemudian rekening yang meninggal ditutup, dan diajukan pergantian pengurus yang masih I KK,” terangnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *