jateng

Ganjar Ijinkan Tradisi Syawalan Balon Udara Tapi Diikat Tali

SEMARANG – Tradisi syawalan dengan menerbangkan balon udara masih dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberi ijin penerbangan balon asal diikat dengan tali.

Hal itu disampaikan Ganjar usai memimpin rapat forkopimda di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu (27/4).

“Nggak. Saya sudah sampaikan dan bahkan sudah saya tulis di atas gedung kantor Pemprov bahwa harus diikat. Jadi dulu kita sudah bicara tradisi itu berjalan dan kemudian semua melarang. Terus saya bilang nggak usah dilarang tapi diikat,” tegas Ganjar.

Ganjar menambahkan, penerbangan balon udara bisa berakibat fatal. Cara lain merawat tradisi tersebut adalah dengan menggelar festival atau lomba.

“Tapi diikat. Sehingga ketinggiannya teratur dan orang bisa melihat dengan bagus,” ujar Ganjar.

Sebagai informasi, di Kota Pekalongan akan dilaksanakan penerbangan balon udara sebagai tradisi syawalan masyarakat setempat. Komunitas Sedulur Balon Pekalongan sebagai panitia, memodifikasi kegiatan dengan syarat balon ditambatkan atau diikat.

Ganjar pun telah berkomunikasi dengan pihak Pemkot Pekalongan. Menurut Ganjar, hal ini bukan kali pertama sehingga dari pihak pemda juga telah mengerti aturannya.

“Sudah. Ini kan sudah berkali-kali, bukan baru hari ini, itu sudah berkali-kali,” tutupnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.