Pariwisata

“Lawang Sewu” Tempat Bersejarah Peninggalan Belanda

Untuk kamu yang suka berkunjung ke wisata bersejarah, belum lengkap kalau tidak mengunjungi bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang berlokasi di Kota semarang ini.

Wisata Bersejarah ini tidak lain dan tidak mungkin yaitu Lawang Sewu. Lawang Sewu merupakan situs gedung bersejarah peninggalan Belanda yang mulai dibangun pada 1904 yang cukup jadi rekomendasi. 

Sebelum kamu berwisata ke sini alangkah baiknya kamu harus mengetahui terlebih dahulu sejarah dari tempat wisata ini

Kebanyakan orang mungkin mengenal gedung ini dengan sebutan Lawang Sewu, tapi tahukah kamu jika nama itu bukanlah nama asli dari wisata ini. Di awal pembangunannya, bangunan ini bernama Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij. Sedangkan dalam bahasa Jawa, Lawang Sewu artinya seribu pintu. Namun hanya karena namanya “Lawang Sewu”, tidak berarti gedung ini benar-benar punya seribu pintu. 

Faktanya, Lawang Sewu hanya memiliki 429 pintu. Tapi sama seperti kebanyakan gedung Belanda lainnya, Lawang Sewu memiliki banyak jendela besar yang jika dilihat dari jauh akan terlihat seperti pintu. Dan itulah alasannya kenapa orang-orang menyebut gedung ini sebagai “Lawang Sewu”.

Dulunya, Lawang Sewu merupakan kantor kereta api milik Belanda. Berbeda dengan sekarang, Lawang Sewu dulu merupakan kantor administrasi Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) yaitu sebuah perusahaan kereta api swasta asal Netherland. Kantor NIS pertama berada di stasiun Semarang, tapi karena tempat itu tidak mencukupi, pemerintah Belanda akhirnya memutuskan membangun gedung baru.

Pembangunan kantor administrasi Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) dimulai pada tahun 1904 dan selesai tahun 1907. Pembangunan diawali dengan penggalian tanah sedalam 4 meter kemudian menggantinya dengan lapisan vulkanis yang membuat bangunan ini jadi antigempa.

Selain menjadi kantor kereta api, Lawang Sewu dulu juga berfungsi sebagai penjara, Selain lantai satu dan dua berfungsi sebagai perkantoran, kantor ini juga memiliki ruang bawah tanah dan lantai tiga. Lantai tiga merupakan loteng dan ruang bawah tanah yang berfungsi sebagai penjara bagi para tahanan di masa penjajahan. Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang, ruang bawah tanah dan loteng ini menjadi penjara paling kejam bagi orang Netherland. 

Di masa awal kemerdekaan Indonesia, tidak lantas membuat gedung ini jatuh ke tangan Indonesia. Lawang Sewu justru berubah menjadi medan pertempuran antara pemuda Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) dengan tentara Kempetai dan Kidobutai dalam peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang dari tanggal 14 Oktober sampai 19 Oktober 1945. Karena sejarahnya inilah, pemerintah kota Semarang menetapkan Lawang Sewu sebagai gedung warisan sejarah yang wajib dilindungi.

Setelah merdeka dari Jepang dan Belanda, secara otomatis kantor administrasi kereta api ini jatuh ke tangan Indonesia. Oleh pemerintah, gedung ini kemudian difungsikan sebagai kantor PT.

Kereta Api Indonesia atau KAI. Kemudian beralih fungsi menjadi Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer dan Kantor Wilayah Kementerian Perhubungan Jawa Tengah sebelum akhirnya dikosongkan pada akhir tahun 90-an.

Karena dikosongkan dan dikenal bangunan yang sudah tua gedung ini sempat tidak terurus lalu menjadikan bangunan ini dinobatkan sebagai bangunan yang terkenal angker di Indonesia, Semisal kamu mau berkunjung ke tempat bersejarah ini siapkan mental yaa

Tapi tenang walaupun terdapat sejarah yang cukup kelam dimasa lalu, semua itu sekarang bisa tertutupi dengan keindahan yang cukup memanjakan mata karena sudah direnovasi yang sudah diselesaikan pada tahun 2011 yang lalu dan tidak ada lagi suasana menyeramkan serta kegelapan yang akan memenuhi pikiran para pengunjung yang datang kesini yang ada hanyalah kesenangan, keceriaan yang muncul karena terpukau oleh bangunan bersejarah ini

Mungkin itu sejarah singkat Lawang Sewu yang harus kamu tau sebelum berkunjng kesini, Jadi kapan kamu mau berkunjung ke destinasi wisata bersejarah di Kota Semarang ini?

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.