Wednesday, February 28, 2024
Home Ganjar Ketela Stunting Kok Mau Disandingkan Dengan Ibu Kota Nusantara

Ketela Stunting Kok Mau Disandingkan Dengan Ibu Kota Nusantara

by Miss Mayda
0 comment

Oleh : Randaru Sadhana

Masak sih Prabowo penerusnya Jokowi? Mereka berbeda cara pandang. Tidak ada cerminan jika visi dan misi serta programnya adalah keberlanjutan. Pertama tidak ada akselerasi, kedua tidak bakal bisa mempertahankan pondasi yang kini sudah kuat dibangun Jokowi.

Tidak percaya? Coba telisik, dari yang nampak sederhana seperti keberlanjutan IKN. Lihat project besar negara yang diberikan Jokowi kepada Prabowo dalam jabatannya sebagai menhan, yakni Program Strategis Negara Food Estate di Kalimantan Tengah.

Seharusnya hal itu bisa dijadikan parameter untuk melihat hasilnya. Soal pangan saja, dia tidak bisa mengoordinir dengan baik. Harusnya ada pakar lingkungan, pakar pertanian dan kebutuhan menunjang lainnya. Termasuk melibatkan rakyat untuk menanam singkong secara baik dan benar, karena mereka yang meninggali tanah itu. Pastinya paham betul metode apa yang digunakan untuk membawa hasil perkebunan maksimal.

Bukannya mengerahkan langkah-langkah itu, Prabowo justru membagi-bagi jatah posisi dengan rekannya. Dia hanya mencacah di awal garapan, tidak meneruskannya. Ya ladang singkong berakhir menjadi lahan bisnis. Menyedihkannya lagi, tanah itu mangkrak berteman dengan puing batang, ketela stuntingnya dan ilalang yang tumbuh subur. Lebih mirisnya, Presiden hanya diam tanpa mempermasalahkannya.

Jika IKN dikelola olehnya, hanya pundi-pundi rupiah yang menjadi urgensinya. Megaproyek itu akan menjadi arena bermain bisnis dan bisa jadi dikolaborasikan dengan perusahaan-perusahaannya yang hiatus karena tak kunjung mendapat aliran dana.

Alasan selanjutnya tentang manajemen ekonomi yang morat-marit. Saya tahu urusannya nanti diatur oleh menteri keuangannya. Tapi kepala negara juga harus memikirkan bagaimana jantungnya bekerja, surplus atau minus, pengeluaran dan pemasukannya, pembagian yang merata ke berbagai bidang, menjaga stabilitas hingga pertumbuhan ekonomi.

Di lingkup Menhan saja, banyak terjadi pembengkakan. Dari ketidakjelasan dalam mengoperasikan perusahaan yang hanya menjadi cangkang seperti PT TMI, pengadaan alutsista yang membludak sampai menambah jumlah utang, pembelian barang tidak awet seperti pesawat bekas pakai yang merugikan negara karena biaya perawatannya yang ekstra, sampai ke belanja atribut militer ke luar negeri. Padahal negeri kita banyak memproduksi untuk didistribusikan ke negara-negara besar sana.

Belum cukup dengan dua krusial itu, ada pernyataan Sekjen TKN Prabowo yang mengatakan program utama mereka yakni makan gratis akan direalisasikan dengan sumber yang direalokasi dan refocusing dari pendidikan, perlindungan sosial dan dana kesehatan.

Artinya program Jokowi yang selama ini bermanfaat seperti bansos, KIP, KIS-BPJS kemungkinan besar tidak diteruskan. Makan gratis tidak membantu banyak. Bahkan yang katanya stunting bisa diatasi, nyatanya tidak bisa.

Hal itu diungkap sendiri oleh pakarnya. Lalu mereka berkoar bisa mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan generasi yang unggul? Tidak bung, nyatanya untuk sampai sana yang diperlukan pendidikan.

Contohnya saja saya perlihatkan bagaimana Ganjar Pranowo bekerja, dia fokus mendorong pendidikan untuk mengatasi banyak perkara di tengah kehidupan rakyat. Contoh kisah pengentasan kemiskinan yang dikeroyok lewat pendidikan, yakni SMKN Jateng gratis bagi anak tidak mampu.

Dari kebutuhan sekolahnya hingga pendidikannya gratis, sebagian besar lulusannya langsung disalurkan ke instansi negara, program ke luar negeri, hingga ke beberapa perusahaan mitra kerja. Selain memberikan ilmu, mereka juga dibantu mencari kerja hingga mendapat gaji menetap.

Bukan hanya dapat merubah nasibnya, tapi anak lulusan SMKN Jateng juga membantu keluarganya untuk keluar dari garis kemiskinan. Dengan prestasi yang dibawa, Ganjar bisa mengajak mereka untuk berkolaborasi dalam mengembangkan teknologi ataupun membuat project baru.

Yang awalnya menghadirkan tenaga ahli dari luar untuk memulai project, lewat inovasi anak-anak tadi Indonesia mampu menjadi pilotnya. Contoh sederhananya ketika Ganjar menggandeng beberapa elemen, termasuk anak muda juga untuk menghasilkan sebuah teknologi canggih yang membantu pekerjaan nelayan yakni kapal listri berbasis baterai.

Dengan langkah-langkah itu yang dilakukan secara konsisten, Ganjar yakin Indonesia bisa melakukan akselerasinya menuju Indonesia emas. Tentu dengan melanjutkan program Jokowi, ada dana pendidikan gratis dari SD sampai SMA.

Harus dilanjutkan dan diratakan ulang agar pembagiannya tidak ada yang terlewat. Semua digarap demi memberikan masa depan yang cerah bagi generasi muda di tanah air. Lalu soal IKN, Ganjar sendiri sudah berkomitmen dari awal, bahwa keberlanjutannya itu bersifat wajib karena ada undang-undang yang sudah mengikatnya.

Sedangkan hal sekrusial kondisi ekonomi, dia salah satu manager yang handal. Lihat kemiskinan di Jateng sudah hampir 1 juta jiwa dientaskannya. Tidak bakal cukup jika hanya mengandalkan APBD, ada sumber dana lain lewat gotong-royong, Baznas hingga CSR.

Dia sendiri bisa mengorganir dana investasi yang masuk dengan baik. Jateng menjadi salah satu provinsi yang mengurunkan pemasukan besar untuk negara. Belum lagi pertumbuhan ekonomi yang stabil, beberapa kali bahkan bisa melebihi angka nasional.

Dan yang terpenting dia bisa menekan inflasi di pasar-pasar, untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok. Itu hasil dari kegiatan blusukannya, ya sudah seperti halnya Jokowi yang gemar turun langsung melihat aktivitas jual-beli di pasar.

Bagaimana, melihat dari rekam jejaknya saja, siapa sih yang pantas meneruskan perjuangan Jokowi?

Masih mau jawab Prabowo? Artinya kamu buta buatan, alias pura-pura menutup mata dan pura-pura tidak bisa membuka hati. Kalau sudah begitu hati-hati, tandanya kamu sudah tidak tertolong lagi karena terpapar penyakit akut yang hanya peduli kemakmuran dirimu sendiri bersama kubu penguasa bukan kemujuran rakyat Indonesia dan tanah air yang membesarkanmu sampai hari ini.

You may also like

Leave a Comment

Diterbitkan Oleh : PT. Gaspol Media Indonesia

Kantor, Redaksi: Jl Stonen Kavling 7A Kota Semarang

Telp: –

Email: redaksi@melihatindonesia.id

Direktur: Rizky Kurniadi

Pimpinan Redaksi: Gita

Redaksi: Bayu, Syahrul, Marcino, Rangga, Immanullah

Copyright @ 2024 Melihat Indonesia. All Rights Reserved