Selasa, April 28, 2026

20 Unta Gugur dari Ajang Kecantikan Oman Gegara Suntik Botox dan Filler

Ajang pencarian unta tercantik di Timur Tengah kembali menuai kontroversi. Kompetisi yang mengedepankan keindahan alami itu justru diwarnai praktik curang penggunaan suntik kosmetik pada hewan peserta.

Sebanyak 20 unta didiskualifikasi setelah ketahuan menerima suntikan Botox dalam gelaran Camel Beauty Show Festival 2026 di Oman baru-baru ini.

Dilansir Forbes, pelanggaran tersebut terungkap saat dokter hewan melakukan pemeriksaan terhadap para peserta.
Hasil pemeriksaan menemukan beberapa unta tidak tampil secara alami. Sejumlah peserta diketahui telah disuntik Hyaluronic acid agar bibir tampak lebih berisi.

Tak hanya itu, suntik filler dan silikon juga digunakan untuk membentuk profil hidung yang lebih proporsional, bahkan lilin silikon dipakai untuk membuat punuk terlihat lebih penuh. Sementara Botox dimanfaatkan untuk “melembutkan” ekspresi wajah.

Layaknya kontes kecantikan dunia seperti Miss Universe, penilaian tak hanya berfokus pada wajah. Bentuk tubuh unta juga menjadi aspek penting. Karena itu, sebagian pemilik yang curang nekat menggunakan suntik hormon demi membentuk definisi otot hewan mereka.

Dalam kontes kecantikan unta, terdapat empat kategori utama penilaian yakni bulu, leher, kepala, dan punuk. Juri akan mencari unta dengan bulu berkilau, leher panjang dan lebar, kepala besar dengan bibir tebal dan bulu mata lentik, serta punuk yang indah.

Skandal serupa bukan kali pertama terjadi. Pada 2018, Festival Unta Raja Abdulaziz di Arab Saudi mendiskualifikasi selusin unta yang bibirnya diduga disuntik filler dan toksin botulinum.

Kemudian pada 2021, lebih dari empat puluh unta kembali dikeluarkan dari ajang serupa setelah ketahuan menjalani perawatan terlarang, mulai dari penggunaan karet gelang untuk membuat hidung lebih mancung hingga tambahan hormon.

Selain dinilai sebagai bentuk kecurangan, berbagai prosedur kosmetik pada unta juga menuai kecaman karena dianggap sebagai kekerasan terhadap hewan.

Para ahli menilai penggunaan Botox, asam hialuronat, pengisi dermal, silikon, hingga hormon berisiko menimbulkan rasa sakit, infeksi, pembengkakan, memar, nekrosis jaringan, hingga pembentukan abses.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.