MakananOperasional salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, dihentikan sementara setelah menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga menyebabkan keracunan massal terhadap 218 pelajar dari SMK HKBP dan SMK Arina Sidikalang.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyatakan penutupan tersebut merupakan langkah yang tepat jika terbukti terjadi kelalaian dalam penyajian makanan bagi para siswa.
Menurutnya, keputusan penghentian operasional berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang mengawasi program tersebut.
“Kalau memang sudah ada beberapa kali kelalaian, saya sepakat dengan BGN untuk menutupnya,” ujar Bobby kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Senin (9/3/2026).
Bobby juga mengingatkan seluruh SPPG di Sumatera Utara agar lebih serius dalam menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada para siswa.
Ia menegaskan bahwa menu MBG harus benar-benar memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, bukan sekadar disajikan seadanya.
“SPPG tolong benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak kita, jangan ala kadarnya saja,” tegasnya.
Kasus keracunan ini terjadi pada Selasa (10/2/2026) setelah ratusan siswa mengonsumsi makanan dari program MBG. Para pelajar kemudian mengalami berbagai keluhan, mulai dari sakit perut, mual hingga diare, sehingga harus mendapatkan penanganan medis.
Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan menunjukkan adanya kontaminasi bakteri.
Pada sampel makanan yang disajikan di SMK HKBP ditemukan bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus pada nasi putih.
Selain itu, pada menu gulai ayam juga ditemukan kapang khamir yang menandakan makanan telah terkontaminasi.
Diduga kuat keracunan terjadi akibat jeda waktu yang terlalu lama antara proses pengolahan makanan dan waktu konsumsi oleh para siswa.
Kondisi tersebut memungkinkan bakteri berkembang biak pada makanan yang disajikan.
Koordinator Wilayah BGN Dairi, Pahlawan Nasution, mengatakan pihaknya telah menghentikan sementara operasional SPPG yang terkait dengan kejadian tersebut hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Ia menegaskan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk evaluasi menyeluruh agar insiden serupa tidak kembali terjadi dalam pelaksanaan program MBG di daerah tersebut.