MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Kasus penyakit mumps atau gondongan mengalami peningkatan, terutama terjadi pada anak di sekolah dan pesantren.
Data Dinas Kesehatan Rembang mencatat, pada Oktober 2024 terdapat 621 kasus gondongan, 501 kasus di antaranya terjadi pada anak usia 5–14 tahun.
Selain Rembang, terdapat sejumlah daerah yang kasus gondongannya melonjak, seperti di Jogja yang dalam sepekan mencapai ratusan.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr Piprim Basarah Yanuarso menjelaskan mengapa anak-anak lebih rentan terkena penyakit menular.
Hal itu, katanya, disebabkan adanya kontak erat selama hampir 24 jam bersama dengan teman-teman di sekolah atau di asrama.
Bahkan, anak-anak yang terinfeksi tidak hanya berisiko mengalami komplikasi kesehatan, tetapi juga dapat menularkan penyakit kepada teman-teman dan lingkungan sekitarnya.
Menyikapi masalah tersebut, IDAI mengingatkan pentingnya langkah pencegahan yang efektif untuk mengatasi masalah penyebaran wabah penyakit infeksi di lingkungan anak sekolah ini. Yakni melalui vaksinasi.
“Vaksinasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit di kalangan anak-anak,” ujar Pimprim, Rabu (13/11/2024).
Dengan vaksinasi, anak-anak dapat membangun kekebalan tubuh yang kuat terhadap berbagai penyakit menular dan berbahaya.
Program imunisasi yang lengkap dan tepat waktu dapat membantu menciptakan kekebalan kelompok, sehingga melindungi mereka yang tidak dapat divaksinasi. (*)