Senin, April 27, 2026

IG Resmi Unpad Dibobol dan Disusupi Konten Jual Emas Murah!! Bikin Kepanikan Digital

MELIHAT INDONESIA, BANDUNG – Dunia akademik digegerkan oleh serangan siber yang menimpa akun Instagram resmi Universitas Padjadjaran (Unpad) pada Sabtu (5/4). Bukan sekadar gangguan teknis, akun tersebut tiba-tiba menampilkan unggahan mencurigakan: penawaran “tebus murah emas” dengan format yang jelas bukan bagian dari komunikasi institusional.

Kepala Humas Unpad, Dandi Supriadi, mengonfirmasi bahwa akun tersebut telah diretas. “Iya betul sedang diretas. Saat ini semua sivitas sudah diberi peringatan, sambil menunggu pemulihan akun,” ujarnya kepada kumparan.

Tim Siber Unpad langsung bergerak cepat. Dandi menyatakan bahwa proses pemulihan sedang dilakukan secara intensif agar akses penuh ke akun segera kembali ke tangan kampus.

Upaya pertama dilakukan dengan memperingatkan seluruh civitas akademika agar tidak mengklik tautan mencurigakan ataupun menghubungi nomor yang dicantumkan oleh peretas.

Laporan peretasan mulai masuk ke tim Humas Unpad sejak pukul 14.00 WIB. Dalam waktu singkat, unggahan ganjil itu sudah menyebar luas dan menjadi perbincangan di berbagai platform digital.

“Kami sedang melacak jejak pelaku. Postingan saat ini sudah tidak ada, tetapi belum menutup kemungkinan peretas kembali mengunggah sesuatu sebelum akun benar-benar pulih,” jelas Dandi.

Dikutip dari laman Instagram @universitaspadjadjaran, dua unggahan mencurigakan sempat muncul. Keduanya memuat informasi yang serupa: tawaran pembelian emas tiga keping seharga Rp 10 juta, lengkap dengan nomor kontak yang bisa dihubungi.

Pihak Unpad dengan tegas menyatakan bahwa unggahan tersebut hoaks. Tidak ada aktivitas resmi kampus yang terkait dengan penjualan emas, apalagi melalui media sosial tanpa verifikasi.

Hingga pukul 17.25 WIB, unggahan itu sempat masih terlihat di laman, meskipun akhirnya berhasil dihapus. Namun ancaman belum benar-benar usai.

“Risiko terbesar bukan cuma kontennya, tapi dampak psikologis terhadap kepercayaan publik. Kita bicara reputasi akademik yang diserang,” ujar Dandi.

Tak sedikit netizen yang sempat kebingungan, bahkan nyaris tertipu. Beberapa akun komentator di Instagram mengaku hampir tergiur karena nama besar Unpad memberi kesan legitimasi pada unggahan tersebut.

Pakar keamanan siber dari komunitas Digital Defense, Ardi Nirmala, mengatakan serangan terhadap akun institusi pendidikan makin meningkat dalam dua tahun terakhir.

“Targetnya bukan cuma data, tapi kredibilitas. Ini bentuk serangan reputasi yang kerap tidak terdeteksi sebelum kerusakan terjadi,” ungkap Ardi.

Ia menyarankan agar semua instansi pendidikan tinggi meningkatkan proteksi ganda, seperti autentikasi dua faktor dan audit rutin keamanan digital.

Serangan ini menambah daftar panjang akun-akun institusional yang menjadi korban peretasan. Dari pemerintahan, lembaga riset, hingga kampus ternama, semuanya kini masuk dalam radar para peretas.

Unpad, sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, tidak ingin reputasinya tercoreng hanya karena satu celah keamanan yang gagal diantisipasi.

Pihak kampus juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan unggahan mencurigakan yang berasal dari akun Unpad sampai ada pengumuman resmi bahwa akun telah pulih sepenuhnya.

Bagi warganet, kejadian ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan di dunia digital bisa hancur hanya dalam hitungan menit.

Ketika akun sebesar Unpad bisa dibobol, maka siapapun bisa menjadi sasaran berikutnya jika lengah dalam menjaga keamanan digital.

Penting bagi publik untuk tetap kritis, dan tidak mudah tergoda oleh iming-iming yang muncul dari akun resmi sekalipun, apalagi jika kontennya mencurigakan.

Pihak kampus memastikan akan terus mengupdate proses pemulihan dan mengedukasi civitas tentang pentingnya keamanan akun digital di lingkungan akademik. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.