Selasa, Juni 2, 2026

Ajudannya Berulah Tempeleng Wartawan di Semarang, Begini Respons Kapolri

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menanggapi tindakan ajudannya yang diduga menempeleng wartawan foto saat pantauan arus balik di Stasiun Tawang, Kota Semarang.

Kapolri mengaku baru mengetahui info dugaan kekerasan tersebut dari link berita yang beredar. Sehingga, ia bakal melakukan pengecekan lebih lanjut.

“Namun kalau benar itu terjadi, saya sangat menyesalkan kejadian tersebut, karena hubungan kita dengan teman-teman media sangat baik,” ujar Kapolri kepada wartawan, Minggu (6/4/2025).

“Segera saya telusuri dan tindaklanjuti,” imbuhnya.

Secara pribadi, Kapolri meminta maaf terhadap insiden yang terjadi dan membuat tidak nyaman rekan-rekan media.

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menambahkan, pihaknya sangat menyesalkan jika memang insiden tersebut benar terjadi, di mana yang seharusnya bisa dihindari.

“Memang situasi di lapangan cukup ramai, namun seharusnya ada SOP yang mestinya bisa dijalankan tanpa tindakan secara fisik maupun verbal,” ujarnya.

Insiden kekerasan ajudan kepada wartawan terjadi saat meliput agenda Kapolri yang tengah meninjau arus balik di Stasiun Tawang Kota Semarang, Sabtu (5/4/2025).

Kejadian bermula saat Kapolri menyapa seorang penumpang yang duduk di kursi roda. Kala itu sejumlah jurnalis dan humas berbagai lembaga mengambil foto dari jarak yang wajar.

Namun, salah satu ajudan tersebut kemudian meminta para jurnalis dan humas mundur dengan cara mendorong dengan cukup kasar.

Mengetahui hal itu, seorang pewarta foto dari Kantor Berita Antara Foto, Makna Zaezar, menyingkir dari lokasi tersebut menuju sekitar peron.

Sesampainya di peron, Makna malah didatangi ajudan Kapolri sembari melakukan kekerasan. Makna dipukul pada bagian kepalanya.

Usai pemukulan itu, ajudan Kapolri tersebut terdengar mengeluarkan ancaman kepada beberapa jurnalis dengan mengatakan, “kalian pers, saya tempeleng satu-satu!”

Sejumlah jurnalis lain juga mengaku mengalami dorongan dan intimidasi fisik, salah satunya bahkan sempat dicekik–namun para korban lain belum bersedia disebutkan identitasnya. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.