Jumat, April 17, 2026

Gubernur Luthfi Gaspol Perluas Toko TPID Demi Stabilkan Harga

Kenaikan harga kebutuhan pokok yang terus terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah memantik langkah cepat dari Gubernur Ahmad Luthfi. Tanpa menunggu lama, berbagai strategi pengendalian inflasi langsung dijalankan untuk melindungi daya beli masyarakat.

Data terbaru menunjukkan harga beras medium sudah menembus Rp13.565 per kilogram, melebihi HAP nasional sebesar Rp12.500. Bahkan di Kota Semarang dan Kota Pekalongan, harga beras melonjak hingga Rp14.750. Merespons kondisi tersebut, Pemprov Jateng memperkuat peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan memperluas jangkauan Toko TPID ke 11 kabupaten/kota.

“Saya sudah minta seluruh kepala daerah segera mendirikan toko TPID di wilayahnya. Ini langkah nyata untuk menjaga harga tetap stabil,” tegas Gubernur Luthfi.

Pemprov Jateng juga mendorong ketahanan pangan melalui pola kemitraan pertanian. Sebanyak 15 mitra champion digandeng dalam perluasan area tanam cabai hingga 300 hektare. Komoditas strategis seperti cabai rawit dan bawang merah menjadi fokus untuk menjamin ketersediaan pasokan di pasar.

Upaya tersebut turut melibatkan peran BUMD Pangan dan 29 BUMP di tingkat kabupaten/kota. Mereka bersinergi dengan koperasi Merah Putih di desa dan kelurahan dalam mendukung distribusi logistik pangan ke masyarakat.

“Strategi ini kami jalankan dua arah, jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek fokus pada ketersediaan dan distribusi, sementara jangka panjang kami bangun ekosistem ekonomi digital, perkuat data pangan, dan siapkan food hub modern lengkap dengan fasilitas cold storage,” beber Luthfi.

Dari sisi pengawasan ekonomi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Rahmat Dwisaputra, menyampaikan bahwa inflasi pada Juni 2025 tercatat sebesar 0,24 persen (month-to-month), dengan komoditas utama penyumbang inflasi antara lain beras, cabai rawit, bawang merah, ayam ras, dan telur ayam.

“Fokus kita adalah pengendalian harga bahan pokok penting. Model TPID yang sudah berjalan di 11 kabupaten/kota terbukti efektif. Saatnya diperluas ke seluruh wilayah Jateng,” ujar Rahmat.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan keberanian untuk bertindak cepat, Jawa Tengah menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, dan menjamin keberlanjutan ekonomi masyarakat di tengah tekanan inflasi.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.