Menjelang demo akbar 13 Agustus 2025, Alun-alun Pati dipenuhi ribuan kardus air mineral, spanduk, dan baliho bertuliskan “KPK Usut Tuntas” hingga “Pak Presiden Prabowo Pecat Bupati Sudewo.” Koordinator Masyarakat Pati Bersatu, Teguh Istyanto, menyebut logistik dan posko sudah disiapkan untuk massa yang diperkirakan mencapai 100 ribu orang.
Aksi ini dipicu kekecewaan warga terhadap kebijakan Bupati Sudewo, mulai dari lima hari sekolah, regruping sekolah yang membuat guru honorer kehilangan pekerjaan, hingga pemecatan 220 tenaga honorer RSUD RAA Soewondo tanpa pesangon. Para eks honorer menyebut kebijakan itu “dzolim dan arogan,” sementara Bupati berdalih langkah tersebut demi efisiensi anggaran dan dilakukan lewat seleksi transparan.
Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi memastikan 2.684 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga kondusifitas, melarang peserta aksi membawa benda berbahaya, dan mengedepankan pendekatan humanis. “Jangan terpancing provokasi,” tegasnya.