Cita-cita untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global masih terus menggema dan terus diupayakan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung lewat berbagai cara.
Pramono Anung menegaskan bahwa transformasi lingkungan merupakan langkah penting yang harus ditempuh demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global berkelas dunia.
Menurutnya, kota megapolitan seperti Jakarta tidak hanya dituntut menyelesaikan persoalan ekonomi, sosial, dan budaya, tetapi juga harus menjawab tantangan besar di sektor lingkungan hidup.
“Jakarta ini sedang menata diri untuk bertransformasi. Dari kota global yang saat ini menempati peringkat 74 dari 156, kita berharap bisa naik ke jajaran top 50 dunia. Salah satu aspek yang harus diperkuat adalah masalah lingkungan, terutama yang terkait dengan energi baru terbarukan,” ujar Pramono di Universitas Nasional, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (26/8).
Pernyataan itu disampaikan Pramono saat membuka Kongres PBI dan International Conference on Biodiversity and Future Biology 2025.
Ia menegaskan bahwa isu biodiversitas kini menjadi perhatian global, sehingga Jakarta perlu mengambil bagian dalam menjaga keanekaragaman hayati.
“Acara ini tidak hanya diadakan di Jakarta, tapi juga disiarkan ke berbagai negara. Biodiversitas kini menjadi isu utama dunia, dan Jakarta tidak boleh ketinggalan dalam merespons tantangan tersebut,” tambahnya.
Sebagai bentuk aksi nyata, Pemprov DKI Jakarta telah menggencarkan program pelestarian lingkungan, salah satunya melalui penanaman mangrove di kawasan Kepulauan Seribu dan Pantai Indah Kapuk. Program ini melibatkan para siswa sekolah agar kesadaran menjaga alam tumbuh sejak dini.
“Bahkan di Pantai Indah Kapuk, saya meminta siswa-siswa secara rutin menanam mangrove. Ini akan terus dievaluasi dan menjadi bagian penting dari program pelestarian lingkungan kita,” jelas Pramono.
Melalui berbagai upaya tersebut, Pramono berharap Jakarta dapat memperkuat posisinya sebagai kota yang siap menghadapi tantangan global, sekaligus menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.
“Jakarta bersyukur memiliki kekayaan hayati, termasuk di wilayah Pulau Seribu. Tugas kita adalah merawatnya agar tetap lestari. Dengan begitu, Jakarta bisa menjawab tantangan global, khususnya dalam isu lingkungan dan biodiversitas,” tegasnya.