Senin, April 27, 2026

Prabowo Akui Polisi “Khilaf” dalam Penegakan Hukum, tetapi Perusuh adalah Pihak yang Jelas Bersalah

Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan terkait kericuhan dalam aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu terakhir. Usai menjenguk anggota kepolisian yang terluka di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9), Prabowo menegaskan bahwa meski aparat penegak hukum bisa saja melakukan kesalahan di lapangan, namun yang paling bertanggung jawab atas kerusuhan tetaplah para perusuh.

“Saya datang karena polisi kadang-kadang, ya, namanya menegakkan hukum, kadang-kadang ada yang khilaf, kadang-kadang ada yang keterpaksaan,” ujar Prabowo kepada wartawan.

Prabowo mengakui bahwa dalam situasi tegang, aparat bisa berada dalam posisi sulit dan membuat keputusan yang mungkin dianggap keliru. Namun ia menegaskan, tugas utama aparat adalah menegakkan hukum, dan negara tetap harus hadir dalam menjaga ketertiban umum.

“Yang jelas bersalah adalah perusuh, karena akibat mereka menimbulkan kerusuhan, rakyat yang tidak bersalah ikut jadi korban,” tegasnya.

Presiden menambahkan, pemerintah akan menindak tegas oknum aparat kepolisian yang terbukti bersalah dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, tidak ada toleransi bagi tindakan yang melampaui batas hukum, namun dalam konteks bentrokan, akar masalah tetap berada pada tindakan provokasi dari massa perusuh.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan rasa prihatin terhadap masyarakat yang menjadi korban akibat kericuhan. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan keadilan sekaligus keamanan, agar rakyat tidak menjadi korban dari tindakan segelintir pihak yang melakukan provokasi.

“Menegakkan hukum itu bukan hal mudah. Kadang-kadang aparat di lapangan dalam situasi mendesak harus mengambil keputusan cepat. Tapi tetap ada aturan, kalau ada kesalahan ya tentu diproses. Tapi sekali lagi, biang kerusuhan tetap perusuh, dan itu harus jelas,” kata Prabowo.

Pernyataan Prabowo ini muncul di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap tindakan aparat dalam mengamankan demonstrasi. Beberapa pihak menilai aparat bersikap represif, sementara di sisi lain aparat juga menjadi korban luka akibat bentrokan dengan massa.

Dengan tegas, Prabowo menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh dilemahkan hanya karena adanya kritik terhadap aparat. Baginya, ketertiban negara dan keselamatan masyarakat luas harus tetap menjadi prioritas utama.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.