Pemilihan Presiden masih jauh, namun pembahasan seputar kontestasinya sudah dibahas sejak saat ini. Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun ikut mengungkap pandangannya. Refly Harun menilai peluang Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menuju Pilpres 2024 tidak akan mulus. Dia menilai nasib Ganjar Pranowo dinilai sangat bergantung dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri. Hal ini disampaikan Refly Harun dalam tayangan Youtube pribadinya, Refly Harun, Selasa (28/7/2020).
“Ganjar Pranowo, waduh betul-betul tidak enak nasibnya, karena sangat bergantung pada Megawati Soekarnoputri,” ujar Refly Harun.
Refly Harun menilai semua keputusan di tubuh PDIP, termasuk kader yang akan dicalonkan di Pilpres 2024 harus mendapatkan rekomendasi dari Megawati.
“Sehebat apapun dia, kalau Megawati bilang tidak, udah,” imbuhnya.
“Tapi kalau Megawati bilang iya, ada peluang.”
Lebih beratnya lagi menurut Refly Harun adalah selain Ganjar Pranowo, PDIP juga mempunyai kader lain yang akan dipertimbangkan. Dia adalah anak dari Megawati sekaligus Ketua DPR saat ini, yakni Puan Maharani.
Menurutnya, peluang tersebut akan diambil andai survey elektabilitas Ganjar Pranowo tidak tinggi.
“Kalau tidak nomor satu ya wallahualam rasanya, karena kalau tidak nomor satu ngapain, barangkali PDIP akan realistis menyorongkan Puan Maharani untuk dipasangkan dengan calon yang kuat,” terangnya.
“Tidak ada yang tidak mungkin dalam politik,” tutupnya.
Dalam kesempatan sama, dirinya menilai tidak menutup kemungkinan jika PDIP mempertimbangkan Puan Maharani di Pilpres 2024. Namun menurutnya, peluang lainnya adalah memberikan tempat bagi Puan Maharani sebagai calon wakil presiden terlebih dahulu.
“Sekarang Puan Maharani di usia yang sangat muda, sangat belia, jadi setelah jadi Ketua DPR kan tentu ada ambisi,” ujar Refly Harun.
“Barangkali yang paling realistis adalah disodorkan sebagai wakil presiden, tetapi wakil presiden dari presiden yang paling besar peluangnya,” jelasnya.
Dengan begitu, PDIP praktis harus berkoalisi dengan partai yang mengusung calon presiden. Dikatakan Refly Harun, skema lainnya adalah PDIP mengusung calon presiden dan wakilnya sekaligus. Kemungkinan tersebut dinilai masih realistis mengingat PDIP tidak sulit untuk memenuhi syarat dari segi Presidential Threshold yang mengharuskan mendapatkan 20 persen kursi di parlemen.
Sedangkan seperti yang diketahui, PDIP sendiri saat ini sudah menguasai 19 persen kursi di DPR. Dengan begitu cukup berkoalisi dengan satu partai untuk memenuhi syarat Presidential Threshold. Namun dengan catatan, Ganjar Pranowo harus mempunyai elektabilitas yang tinggi sehingga memiliki peluang menang yang cukup besar.