Jumat, Juni 12, 2026

Wabup Blora Dorong Rutan Kembangkan Padi Organik, Berpeluang Dipasarkan hingga Jakarta

Program pertanian yang dijalankan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Blora mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Blora. Wakil Bupati Blora Sri Setyorini mendorong pengembangan budidaya padi organik sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dorongan tersebut disampaikan saat menghadiri panen padi hasil program pembinaan warga binaan di lahan pertanian seluas 10.120 meter persegi di Kelurahan Kauman, Kecamatan Blora, Kamis (11/6/2026).

Menurut Sri Setyorini, pengembangan pertanian organik dapat dimulai dari skala kecil dengan pelatihan pembuatan pupuk hingga proses budidaya tanpa bahan kimia.

“Bisa dicoba dulu di lahan kecil untuk padi organik. Pelatihannya dimulai dari pembuatan pupuk sendiri hingga proses penanaman, sehingga benar-benar tanpa bahan kimia,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan lahan pertanian yang dikelola warga binaan tidak hanya menjadi sarana pelatihan keterampilan, tetapi juga membuktikan bahwa rutan mampu bertransformasi menjadi pusat pembinaan yang produktif.

“Rutan hari ini bukan lagi tempat yang pasif, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat pelatihan dan produktivitas. Ini bukti nyata karena di dalam rutan ada cabai, terong, kangkung, ayam, hingga padi,” katanya.

Sri Setyorini optimistis program tersebut memiliki prospek yang menjanjikan. Bahkan, jika budidaya padi organik berhasil dikembangkan, hasil produksinya berpeluang diperkenalkan hingga tingkat nasional.

“Kalau berhasil, bisa didistribusikan ke Jakarta,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah Mardi Santoso mengatakan program pertanian Rutan Blora merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Selain menghasilkan produk pangan, kegiatan tersebut juga membekali warga binaan dengan keterampilan dan etos kerja sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.

Kepala Rutan Kelas IIB Blora Sugito menjelaskan padi yang dipanen merupakan varietas M70 yang ditanam sejak Maret 2026. Program ini didukung Pemerintah Kabupaten Blora, Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan, serta PT Riset Perkebunan Nusantara melalui penyediaan lahan dan pendampingan teknis selama proses budidaya.

Menurut Sugito, kegiatan pertanian tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, kemandirian, dan keterampilan warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.