MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Pada Rabu (26/6/2024) malam, salah satu kantor MSL APP Group di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, menjadi pusat perhatian publik setelah digeruduk oleh massa.
Insiden ini menunjukkan tingginya ketegangan dan ketidakpuasan yang dirasakan oleh sebagian masyarakat terhadap perusahaan tersebut.
Geger tersebut menyulut diskusi luas di masyarakat terkait isu-isu terkait perusahaan dan dampaknya terhadap masyarakat yang turut dalam bisnis tersebut.
Mengutip tirto.id, ratusan member MSL APP Group di Bantaeng, Sulawesi Selatan, pada Minggu malam menggeruduk kantor MSL yang berlokasi di Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng. Berdasarkan video yang beredar di sosial media, massa mengajukan pertanyaan “ada apa dengan MSL?”.
Keributan tersebut lalu ditengahi oleh Polres Bantaeng, pihak kepolisian menjemput manager MSL Bantaeng berinisial NL pada pukul 21.30 WITA dengan tujuan untuk mengamankan dari kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi.
“(NL) ini kami amankan di Polres, untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan terjadi, kata Petugas SPKT Polres Bantaeng dikutip Berita Sulsel .
Petugas menjelaskan, ratusan member itu mendatangi kantor MSL Bantaeng sejak sore guna menanyakan alasan kenapa aplikasi MSL tidak bisa login dan tidak bisa dilakukan pencairan saldo member.
Sementara itu, Waka Polres, Kompol Azwar Anas, mengatakan pihaknya sudah beberapa kali mengimbau masyarakat agar tidak tergiur dengan bisnis sedikit untung banyak.
“Sangat tidak masuk di akal, ada bisnis dengan cara deposit Rp.2,7 juta dan menghasilkan keuntungan Rp.100 ribu perhari dan diakumulasi dalam sebulan menghasilkan keuntungan Rp.3,1 juta,” ujar Azwar.
Kabar mengenai penipuan MSL APP Group yang meresahkan masyarakat memang santer diperbincangkan belakangan ini. Sejumlah warganet mengaku, grup sosal media yang diisi oleh petinggi MSL dan membernya saat ini sudah mulai tumbang.
Petinggi MSL seperti manager dan asisten manager satu per satu menghilang dan meninggalkan member MSL yang sudah mendeposit sejumlah uang tanpa kejelasan.
Hal ini semakin diperburuk ketika uang milik member tidak bisa ditarik karena aplikasi yang mereka gunakan bermasalah. (**)