Kamis, Maret 12, 2026

Ahli IPB Tegaskan Perusahaan Sawit Bukan Penyebab Utama Banjir Bandang Tapanuli

Tim ahli dari IPB University menyimpulkan aktivitas perusahaan sawit PT Tri Bahtera Srikandi bukan penyebab utama banjir bandang dan tanah longsor di DAS Aek Garoga, Tapanuli, Sumatera Utara, pada November 2025.

Kesimpulan tersebut disampaikan dalam diskusi akademik daring pada Sabtu 10 Januari 2026 yang menyoroti faktor penyebab bencana secara ilmiah.

Para pakar menilai bencana lebih dipicu oleh faktor alam ekstrem dibandingkan aktivitas korporasi di wilayah tersebut.

Berdasarkan analisis citra satelit dan kajian lapangan, luas kebun PT TBS di wilayah DAS Aek Garoga kurang dari 0,5 persen dari total luas DAS sekitar 12.767 hektare.

Lahan yang digunakan PT TBS juga berstatus Areal Penggunaan Lain dan bukan kawasan hutan negara, serta sebelumnya merupakan lahan garapan masyarakat.

Hingga 2025, realisasi penanaman sawit baru mencapai sekitar 86,50 hektare dari total lahan yang tersedia.

Kajian hidrologi menunjukkan dua anak sungai kecil yang berhulu di area kebun PT TBS tidak memiliki kapasitas untuk menghanyutkan kayu gelondongan saat banjir.

Tim ahli IPB menegaskan kombinasi curah hujan sangat tinggi, tanah dengan solum tipis, batuan induk kedap air, dan lereng curam menjadi pemicu utama banjir bandang dan longsor.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup menyegel area operasional PT TBS sebagai langkah pengawasan pascabencana.

Menteri Lingkungan Hidup menyatakan penyegelan bersifat sementara untuk memastikan kepatuhan lingkungan dan mencegah risiko lanjutan.

Pemerintah menegaskan langkah tersebut bukan hukuman akhir, melainkan proses verifikasi kewajiban lingkungan perusahaan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.