MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memulai rangkaian kegiatan intensif selama dua hari di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang menjadi perhatian publik di tengah persiapannya lengser dari kursi RI 1. Selama dua hari, Kamis (12/9) dan Jumat (13/9), Jokowi terlihat sibuk dalam berbagai aktivitas yang menekankan pengembangan IKN dan peran strategisnya sebagai masa depan Indonesia.
Hari Pertama: Mengumpulkan TNI-Polri di IKN
Perjalanan Jokowi dimulai pada Kamis pagi, di mana ia berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 menuju IKN. Setibanya di IKN, kegiatan pertamanya adalah memberikan pengarahan kepada jajaran pejabat TNI dan Polri untuk tahun 2024 di Istana IKN.
Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan bahwa permintaan agar acara diadakan di IKN datang langsung dari Panglima TNI dan Kapolri. Kedua pimpinan tersebut menyatakan bahwa banyak anggota TNI-Polri yang penasaran dengan perkembangan IKN dan ingin melihatnya secara langsung. Jokowi menyambut baik usulan ini, dengan harapan semangat transformasi yang dilihat di IKN dapat diadopsi oleh para pejabat TNI-Polri di daerah masing-masing.
“Kenapa saya mengajak untuk pertemuannya di IKN? Agar semangat transformasi itu bisa bapak ibu bawa pulang ke daerah,” ujar Jokowi dalam sambutannya di Ruang Nusantara, Istana IKN.
Jokowi juga mengakui bahwa pembangunan IKN belum sepenuhnya selesai dan masih membutuhkan waktu puluhan tahun agar bisa berfungsi penuh sebagai ibu kota negara yang ideal.
Hari Kedua: Sidang Kabinet Terakhir dan Peluncuran Proyek Lingkungan
Pada hari kedua, Jumat (13/9), Jokowi memulai agenda dengan menggelar sidang kabinet terakhir di Istana IKN. Dalam sidang ini, seluruh menteri hadir dan Jokowi mengumumkan bahwa ini adalah sidang terakhir dari Kabinet Indonesia Maju. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para menteri atas kerja keras mereka selama 10 tahun masa pemerintahannya, sekaligus meminta maaf jika ada hal yang kurang berkenan selama kepemimpinannya.
“Terakhir saya ingin mohon maaf kepada bapak ibu semua dalam 10 tahun ini jika ada hal yang kurang berkenan dalam berinteraksi, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ucap Jokowi.
Selain sidang kabinet, agenda penting lainnya pada hari itu adalah peninjauan kawasan Wanagama Nusantara, bagian dari Zona Rimba Kota B di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN. Jokowi meresmikan pencanangan strategi besar pengelolaan hutan dan restorasi yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan ini, Plt. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menandatangani perjanjian kerja sama dengan Rektor UGM Ova Emilia untuk membangun ekosistem lingkungan berkelanjutan di kawasan hutan Wanagama Nusantara. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melestarikan lingkungan di Kalimantan.
Peluncuran Hotel Swissotel Nusantara
Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan pada Jumat sore, Jokowi meresmikan Hotel Swissotel Nusantara, hotel bintang lima pertama di IKN yang dibangun dalam waktu singkat, hanya sembilan bulan. Jokowi mengapresiasi pencapaian ini dan mengingat pertemuannya dengan Bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan, yang menjadi konsorsium pembangunan hotel tersebut. Kala itu, Aguan berjanji kepada Jokowi bahwa hotel tersebut akan selesai dalam waktu sembilan bulan, janji yang semula diragukan oleh presiden.
“Saya tidak percaya, tapi sekarang saya yakin. Hotel ini benar-benar selesai dalam sembilan bulan,” ujar Jokowi dalam pidatonya saat peresmian.
Dengan peresmian ini, IKN semakin menunjukkan kesiapan infrastrukturnya sebagai ibu kota baru, dengan fasilitas mewah yang turut menunjang kehidupan kota modern.
Proses Panjang Menuju Masa Depan
Rangkaian kegiatan Jokowi di IKN dalam dua hari terakhir memberikan gambaran jelas tentang prioritas pembangunan IKN sebagai ibu kota masa depan. Meskipun proyek ini masih jauh dari selesai, Jokowi menekankan pentingnya semangat transformasi dalam menghadapi berbagai tantangan.
Jokowi berencana untuk menghabiskan total 40 hari di IKN sebelum masa jabatannya berakhir, memperkuat komitmennya terhadap masa depan ibu kota baru ini. Selama periode ini, Jokowi diperkirakan akan terus mengawasi progres pembangunan IKN sekaligus meresmikan berbagai proyek penting lainnya yang menjadi bagian dari visi jangka panjang Indonesia. (**)