Jumat, April 3, 2026

APBN Digenjot Tahan BBM, Tapi Sampai Kapan RI Masih Kuat?

Di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, pemerintah memutuskan untuk tetap menahan kenaikan harga BBM. Berbagai langkah mitigasi pun disiapkan guna menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah tengah menjalankan berbagai strategi, mulai dari efisiensi hingga realokasi anggaran, sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global.

“Khususnya dalam mitigasi dan antisipasi perkembangan dan dinamika global dan memanfaatkan momentum ini untuk melakukan transformasi dan perubahan. Program kebijakan ini disebut dengan 8 butir transformasi budaya kerja nasional, dan nanti ditambah kebijakan energi,” ungkap Airlangga dalam konferensi pers secara daring di Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3).

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat. Langkah ini diperkirakan mampu menghemat APBN hingga Rp6,2 triliun, serta mengurangi pengeluaran BBM masyarakat hingga Rp59 triliun.

Selain itu, pemerintah melakukan refocusing belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun dengan memangkas pos non-prioritas seperti perjalanan dinas, rapat, hingga kegiatan seremonial.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disesuaikan menjadi lima hari dalam sepekan dengan potensi penghematan sekitar Rp20 triliun.

Meski berbagai strategi telah disiapkan, pertanyaan besar muncul terkait ketahanan APBN dalam menahan lonjakan harga energi global.

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita menilai, persoalan utama bukan sekadar mampu atau tidak, melainkan konsekuensi dari penundaan kebijakan.

“Jadi kalau harga global bertahan tinggi, ruang fiskal akan cepat tergerus. Pemerintah dihadapkan pada pilihan klasik antara menambah utang, memangkas belanja lain, atau akhirnya menaikkan harga BBM juga. Dengan kata lain, kebijakan ini lebih mirip ‘menunda kenaikan’ daripada ‘mencegah kenaikan’,” ujar Ronny, Rabu (1/4).

Dengan kondisi tersebut, upaya pemerintah menjaga harga BBM tetap stabil dinilai hanya bersifat sementara, sementara tekanan terhadap APBN berpotensi terus meningkat jika harga minyak dunia tidak segera mereda.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.