Penguatan pendidikan keagamaan menjadi perhatian dalam kegiatan Halalbihalal Jam’iyyah Manaqib “Nurul Huda” (JMNH) di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Bupati Blora Arief Rohman menekankan pentingnya program
“sekolah sisan ngaji” untuk membentuk karakter siswa.
“Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.”
Program tersebut membiasakan siswa membaca Asmaul Husna, Sholawat Nariyah, serta belajar baca tulis Al-Qur’an sebelum belajar.
“Program ini penting agar anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki bekal keimanan dan akhlak yang kuat,” ujar Gus Arief.
Ia berharap siswa memiliki keseimbangan antara ilmu dan nilai agama.
“Kalau perlu, anak lulus sekolah sudah hafal bacaan dan doa tahlil. Saat orang tua sudah tiada, siapa lagi kalau bukan anak-anak kita yang mendoakan,” katanya.
Arief juga mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan gadget oleh anak.
“Sekarang ini anak kecil sudah mahir menggunakan smartphone. Harus diawasi dan dibatasi. Jika kewalahan, pondok pesantren bisa menjadi salah satu solusi karena di sana penggunaan gadget lebih terkontrol,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta maaf atas kondisi infrastruktur di Blora yang belum merata.
“Blora ini luas. Kalau semua dibangun sekaligus, tentu kemampuan keuangan daerah belum mencukupi, apalagi saat ini ada efisiensi anggaran. Istilahnya ati karep bondo cupet,” ucapnya.
Di akhir, ia berharap doa masyarakat untuk kemajuan Blora.
“Saya titip didoakan agar Blora semakin maju, berkembang, sejahtera, dan berkah. Maju dunianya, maju akhiratnya, Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur,” pungkasnya.