Nama Kaesang Pangarep kembali menjadi sorotan publik setelah beredar kabar dirinya bepergian ke Amerika Serikat dengan jet pribadi Gulfstream G-650-ER.
Dugaan ini makin ramai ketika sang istri, Erina Gudono, mengunggah foto dari dalam pesawat yang jendelanya tidak menyerupai pesawat komersial.
Pertanyaan pun muncul, dari mana Kaesang memiliki kemampuan finansial untuk menyewa jet pribadi, mengingat sejumlah bisnis yang pernah digelutinya justru banyak yang sudah berhenti beroperasi.
Beberapa usaha Kaesang yang kini tutup di antaranya adalah Ternakkopi, Goola, Siapmas, Madhang, dan Sang Javas.
Ternakkopi, misalnya, sempat berkembang pesat dengan hampir 40 gerai pada 2019 sebelum akhirnya tumbang akibat pandemi Covid-19. Kaesang sendiri mengaku bisnis tersebut gulung tikar karena produknya tidak laku di pasaran.
Goola, brand minuman dengan konsep tradisional modern yang awalnya digagas Gibran lalu diteruskan Kaesang, juga bernasib serupa. Aktivitas terakhir akun Instagram resminya tercatat pada November 2020, sebelum akhirnya berhenti beroperasi.
Siapmas, yang menghadirkan produk camilan seperti “Kemripik” dan minuman “Ngedrink,” sempat masuk minimarket namun kini menghilang dari pasaran. Aktivitas terakhir akun resminya tercatat pada Oktober 2020.
Sementara itu, aplikasi Madhang yang diluncurkan pada 2017 dengan konsep membantu ibu rumah tangga menjual masakan rumahan juga tidak lagi aktif. Unggahan terakhir justru dipenuhi keluhan pengguna soal aplikasi yang macet dan dana yang tidak kembali.
Di luar itu, brand fashion Sang Javas dengan desain kaos bergambar kecebong juga hanya sebentar menarik perhatian sebelum akhirnya berhenti pada 2020.
Meski deretan bisnis tersebut tumbang, kekayaan Kaesang justru tetap menyentuh angka fantastis, yakni lebih dari Rp90 miliar.
Harta itu berasal dari usaha yang masih berjalan seperti Sang Pisang, serta kepemilikan saham 8 persen di PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP).
Angka ini bahkan hampir menyamai harta kekayaan sang ayah, Joko Widodo, yang menurut laporan LHKPN memiliki aset sekitar Rp95 miliar setelah dua periode menjabat Presiden.
Fenomena ini menimbulkan diskusi di kalangan masyarakat. Meskipun banyak bisnis Kaesang tutup, posisinya di dunia usaha tetap kuat berkat diversifikasi investasi dan jaringan bisnis yang masih aktif.