Selasa, April 7, 2026

Bupati Blora Tanggapi Kasus Tunjungan “Ada Beasiswa untuk Anak Tak Mampu”

Kasus tragis mengguncang warga Blora, Jawa Tengah, setelah seorang pemuda diduga membunuh nenek kandungnya sendiri lantaran depresi karena gagal melanjutkan kuliah. Korban, Patmirah (82), ditemukan tewas dengan luka di leher dan wajah di rumahnya di Dukuh Kalisangku, Desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan, Jumat (25/7/2025) malam.

Pelaku yang diduga melakukan aksi keji ini adalah cucunya sendiri, IMH (19). Berdasarkan informasi, IMH mengalami tekanan mental setelah tidak mendapatkan restu dari sang ibu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Bupati Blora, Arief Rohman, angkat bicara menanggapi kejadian memilukan tersebut. Ia mengaku sangat prihatin dan menyampaikan duka mendalam atas kematian Patmirah.

“Ya, tentunya kita prihatin dan berduka, semoga almarhumah nenek ini husnul khotimah. Kemarin Pak Kepala Dinas Pendidikan, dengan Bu Camat sudah saya minta ke sana,” kata Bupati Arief, Senin (28/7/2025).

Ia menyayangkan insiden ini dan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Blora sebenarnya memiliki program beasiswa bagi warga yang kurang mampu namun memiliki semangat tinggi untuk melanjutkan pendidikan.

“Untuk anak-anak Blora bahwasanya kita dari Pemkab memberi kesempatan bagi anak-anak Blora yang mungkin secara prestasi ini bagus, tapi secara ekonomi kurang mampu, kalau ingin melanjutkan kuliah nanti bisa kita bantu untuk beasiswanya,” ujarnya.

Arief menjelaskan bahwa bantuan biaya pendidikan tersedia dari berbagai sumber, mulai dari pemerintah daerah, Baznas, hingga kerja sama dengan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“(Beasiswa) Kita ada dari Pemda, ada dari Baznas, mungkin juga kita akan minta beberapa pihak CSR untuk program beasiswa ini,” terangnya.

Oleh sebab itu, Arief mengimbau kepada para orang tua dan warga yang memiliki anak dengan keinginan kuat kuliah tetapi terkendala ekonomi untuk segera mengajukan permohonan ke Dinas Sosial atau bahkan langsung kepadanya.

“Intinya kita berharap kalau ingin kuliah nanti bisa disampaikan ke kami, baik ke saya langsung atau ke Dinas Sosial, yang nanti bisa mendampingi anak-anak ini untuk melanjutkan ke jenjang kuliah,” pungkasnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.