Jumat, April 17, 2026

Dari Jakarta, Nepal, hingga Prancis. Bendera One Piece Jadi Simbol Global Perlawanan Gen Z

Gelombang demonstrasi besar di berbagai negara belakangan ini menghadirkan fenomena unik: berkibarnya bendera Jolly Roger khas anime One Piece. Dari Jakarta, Nepal, hingga Prancis, simbol bajak laut fiksi itu kini menjelma sebagai ikon nyata perlawanan terhadap ketidakadilan, korupsi, dan otoritarianisme.

Fenomena ini pertama kali mencuat di Indonesia. Dalam sejumlah aksi protes, terutama sejak 2023 hingga 2025, bendera bajak laut Topi Jerami milik Monkey D. Luffy terlihat berkibar di tengah massa. Puncaknya terjadi pada Agustus 2023, saat publik dikejutkan oleh meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tertabrak kendaraan taktis Brimob ketika mengantar pesanan di tengah demonstrasi.

Sejak itu, Jolly Roger semakin banyak digunakan sebagai simbol solidaritas sekaligus perlawanan terhadap ketidakadilan. Pada Juli–Agustus 2025, bendera ini kembali muncul dalam demo besar terkait kebijakan transportasi ODOL trucks dan kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah.

Meski demikian, penggunaan bendera ini sempat menuai kontroversi. Beberapa pejabat Indonesia menilai pengibaran simbol alternatif di momen protes bisa dianggap melanggar kesatuan nasional, sementara yang lain menyebutnya bagian dari kebebasan berekspresi.

Dari Indonesia, tren ini menular ke Nepal. Dalam protes antikorupsi di Kathmandu, para demonstran banyak di antaranya generasi muda mengibarkan bendera Jolly Roger sebagai simbol perlawanan.

Aktivis muda Nepal, Rohan Rai, mengaku terinspirasi langsung dari Indonesia. “Kami belajar dari Indonesia. Melihat bagaimana mereka menggunakannya sebagai simbol perlawanan, kami merasa itu relevan dengan kondisi kami di sini,” ujarnya kepada The Straits Times.

Seorang warganet Nepal dengan akun @sunshine.ar***5656 menuliskan bahwa melihat bendera One Piece di tengah demo adalah “simbol perlawanan paling kuat terhadap korupsi.” Ia menambahkan, “One Piece mengisahkan dunia yang korup. Kita hidup dalam kenyataan yang serupa. Sudah saatnya kita juga melawan.”

Fenomena ini bahkan merembet ke Filipina. Dalam lomba lari bertema antikorupsi di Universitas Filipina Diliman, Quezon City, bendera Jolly Roger ikut dikibarkan. Ajang tersebut diikuti lebih dari seribu peserta dan viral di forum Reddit One Piece yang memiliki lebih dari 1,6 juta anggota.

Pada 10 September 2025, Prancis juga diguncang protes besar-besaran. Puluhan ribu demonstran memblokir jalan, membakar barikade, hingga bentrok dengan polisi untuk menolak kebijakan Presiden Emmanuel Macron, elit politik, serta rencana pemangkasan anggaran negara.

Di tengah aksi itu, bendera One Piece kembali muncul. Beberapa demonstran membawa bendera bergambar tangan dengan topi jerami ala Luffy sebagai bentuk simbolik perjuangan melawan kekuasaan. Pemerintah Prancis mengerahkan lebih dari 80.000 aparat keamanan untuk mengendalikan situasi, sementara polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata dan menggunakan water cannon untuk membubarkan massa.

Pengamat media dan budaya pop, Dr. Natale Pang dari Universitas Nasional Singapura, menyebut fenomena ini sebagai bukti nyata percampuran antara budaya populer dan gerakan politik.

“Bendera bajak laut dulunya adalah lambang intimidasi. Namun dalam konteks One Piece, ia menjadi representasi harapan, persahabatan, dan mimpi,” jelas Pang. Menurutnya, simbol seperti Jolly Roger mampu merangkum nilai kompleks ke dalam bentuk visual sederhana, memudahkan konsolidasi massa, dan menyalakan semangat kolektif.

Bagi para penggemar anime, maknanya jelas: Jolly Roger adalah lambang kebebasan, keberanian, serta perlawanan terhadap kekuasaan absolut. Di dunia nyata, bendera itu kini melambangkan semangat yang sama protes tanpa kekerasan, solidaritas lintas bangsa, dan aspirasi generasi baru untuk kebebasan.

Dari jalanan Jakarta, alun-alun Kathmandu, hingga boulevard di Paris, bendera yang lahir dari dunia fiksi kini berkibar sebagai simbol global perlawanan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.