Jumat, April 17, 2026

Demo #KawalPutusanMK di Semarang Ricuh, Belasan Mahasiswa Dilarikan ke RS

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Belasan mahasiswa dilarikan ke rumah sakit akibat kericuhan aksi demonstrasi di kompleks DPRD Jawa Tengah, Kamis (22/8/2024).

Tim hukum massa aksi dari LBH Semarang, Syamsuddin Arif mengatakan, data sementara yang dihimpun terdapat 26 orang yang menjadi korban kekerasan aparat.

“Dari 26 korban itu ada belasan orang yang dibawa ke rumah sakit,” tuturnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 18 korban yang harus dilarikan ke rumah sakit. Rinciannya, 15 di RS Roemani, 1 di RS Pandanaran, 1 di RSUP Kariadi, dan 1 di RS Tlogorejo.

Para korban merasakan keluhan sakit berbeda-beda, mayoritas mengalami sesak napas akibat terkena gas air mata.

Ada juga yang pingsan, mata pedih, telinga pengang, mual, sakit bagian perut, dan kaki bengkak. Bahkan ada yang luka agak serius.

“Satu mahasiswa ada yang (diduga) kena tendangan polisi, sehingga butuh dijahit. Dijahit bagian hidung,” ungkapnya.

Perwakilan massa aksi, Iqbal Alma membeberkan, aparat kepolisian membabi buta menembak gas air mata dan melakukan pengejaran peserta aksi dari segala penjuru.

“Tidak hanya gas air mata tapi kami juga dikejar oleh aparat,” ungkap Iqbal yang juga merupakan Koordinator Aksi Kamisan Semarang.

Perlu diketahui, aksi demonstrasi yang diikuti ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di kompleks DPRD Jawa Tengah di Semarang berakhir ricuh.

Awalnya aksi berjalan kondusif di depan gedung DPRD sejak. Kemudian massa bergeser menuju gerbang samping utara kantor DPRD dan di sinilah terjadi kericuhan.

Saling dorong antara massa aksi dengan polisi tak terhindarkan. Polisi kemudian menembaki massa aksi dengan gas air mata dan mobil water cannon. Bahkan, polisi melakukan pengejaran kepada massa yang masih bertahan. (bhq)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.