Sabtu, April 18, 2026

Edukasi Seksual Perlu jadi Mapel demi Cegah Kasus Kekerasan Seksual Pelajar

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Edukasi seksual dinilai perlu dimasukkan ke dalam mata pelajaran (mapel) di sekolah demi mencegah terjadinya kasus kekerasan seksual di kalangan pelajar.

Aktivis perempuan Semarang, Evarisan mengatakan, mapel edukasi seksual penting mengingat banyak korban kekerasan seksual yang berlatar belakang pelajar SMP maupun SMA.

“Edukasi seksual harus ditanamkan sejak dini,” ujarnya, Minggu (16/2/2025).

Harapan itu juga telah disampaikan Evarisan saat mengisi diskusi daring bertema “Mengatasi Stigma: Dukungan untuk Perempuan yang Mengalami Kekerasan Seksual bersama LRC KJHAM”.

Menurutnya, dalam mapel edukasi seksual nantinya perlu menjelaskan bagaimana mengenali bagian tubuh yang privat, tidak boleh dipegang atau sentuh siapapun.

Sehingga, mereka belajar bertanggung jawab menjaga dirinya sendiri dan menjaga tubuh temannya atau lawan jenisnya.

“Kalau mindset itu sudah terbangun sedini mungkin, maka sangat kecil kemungkinan akan muncul pelaku kekerasan seksual,” kata Evarisan.

Dia juga menekankan, dalam memberi edukasi seksual, istilah-istilah alat vital harus disampaikan sesuai tingkat pendidikan.

Namun, penyampaian alat kelamin seperti vagina, payudara, penis hal yang umum, harus memakai bahasa sesungguhnya. Bukan justru menggunakan kata lain yang berpotensi membuat salah paham.

“Nah itu tindakan preventif yang dini untuk bisa dilakukan. Ada baiknya masuk ke mata pelajaran, menghargai tubuh orang lain itu penting. Bahasanya bisa formulasikan,” tambahnya. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.