Jumat, April 3, 2026

Harga Pupuk Dunia Meledak Karena Selat Hormuz Ditutup, Benarkah RI Masih Aman?

Gejolak geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak pada rantai pasok global, termasuk komoditas pupuk. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran membuat sekitar 30% perdagangan pupuk dunia atau 4 juta ton per bulan terganggu, terdiri dari 1,5 juta ton urea, 1,5 juta ton sulfur, dan 1 juta ton pupuk lainnya termasuk metanol.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menyebut kondisi ini memicu lonjakan harga pupuk urea hingga dua kali lipat, dari sekitar US$ 400 per ton menjadi US$ 800 per ton.

“Sehingga meskipun terjadi kejolak harga urea yang meningkat sebelum perang itu US$ 400 dan sekarang sudah mencapai US$ 800 atau dua kali lipat, tapi kami bisa meyakinkan di depan Bapak-Bapak Pimpinan dan Anggota Komisi XI, insyaAllah untuk Indonesia aman, karena ureanya diproduksi dalam negeri,” ujarnya dalam RDP dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (2/4/2026).

Meski harga global naik, Rahmad memastikan pasokan dalam negeri tetap aman karena produksi nasional mencapai 8,8 juta ton.

Ia bahkan menilai Indonesia berpotensi menjadi penopang stabilitas pupuk global di tengah gejolak ini.

“Bahkan hari ini Indonesia bisa menjadi stabilizer atau bahkan penyelamat ekosistem pangan dunia. Kalau intuitif, biasanya Indonesia situasinya rentan jika terjadi kejolak dunia, khusus mengenai pupuk, kembali lagi saya menegaskan, khusus mengenai pupuk kita tidak terjadi gangguan khususnya kecukupan pupuk urea yang memang terganggu Hormuz,” katanya.

Untuk pupuk fosfat dan potas, dampaknya lebih pada potensi kenaikan biaya logistik, bukan gangguan produksi.
Rahmad juga memastikan tidak ada rencana kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk di Indonesia.

“Sehingga insyaallah pupuk akan aman, HET sudah turun 20%, tidak ada rencana untuk kembali meningkatkan, artinya HET akan tetap. Dan kebutuhan pupuk urea baik untuk subsidi pun non-subsidi di Indonesia, kami dapat yakinkan bisa terselenggara dengan baik,” tutur Rahmad.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pupuk nasional tetap terjaga sehingga sektor pertanian dalam negeri tidak akan terganggu meski tekanan global terus meningkat.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.