Pergerakan pasar keuangan domestik ditutup melemah pada perdagangan Selasa (31/3/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi setelah sempat menguat di awal sesi, sementara nilai tukar rupiah juga tertekan terhadap dolar Amerika Serikat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,61% atau 43,45 poin ke level 7.048,22 pada perdagangan Selasa (31/3) hari ini, setelah sempat menguat di awal sesi dan menyentuh level tertinggi di 7.155,55.
Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp14,96 triliun, melibatkan perdagangan 272,6 miliar lembar.
Saham-saham dari sektor transportasi mencatat tekanan paling besar, membuat IDXTRANS turun 4,60%.
Tiga saham dengan nilai transaksi tertinggi dari sektor ini kompak mencatat penurunan harga. Harga saham PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) turun 7,63%, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) turun 1,7% dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) merosot 8%.
“IHSG sempat menguat di awal sesi, namun kembali mengalami koreksi yang diduga karena investor cenderung merealisasikan keuntungan dalam jangka pendek di tengah kondisi ketidakpastian yang masih tinggi,” jelas analis Phintraco Sekuritas, dalam catatan yang disampaikan kepada investor, sore ini.
Indeks saham acuan di emerging market Asia bergerak variatif, dengan penguatan tertinggi dipimpin PSEi Filipina yang mencapai 1,35%. Sementara KOSPI Korea turun paling dalam mencapai 4,26%.
Dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 0,23% ke Rp17,041 di pasar spot menurut data Bloomberg, level terendah bagi nilai tukar rupiah sepanjang sejarah.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia juga beragam, dengan ringgit Malaysia mencatat pelemahan terdalam sebesar 0,45%, sementara yuan China justru menguat 0,9% terhadap dolar AS.