Minggu, April 26, 2026

Inisiator Demo Pati Ahmad Husein Mendadak Mundur, Tak Lagi Tuntut Bupati Sudewo Lengser

Rencana aksi demo lanjutan di Pati yang sedianya digelar pada 25 Agustus 2025 resmi batal. Ahmad Husein, inisiator gerakan yang sebelumnya menggagas aksi besar-besaran dengan nama Aliansi Masyarakat Pati Timur Bersatu (AMPB), menyatakan tidak lagi menuntut Bupati Pati Sudewo untuk lengser dari jabatannya.

“Sudah batal, saya sudah tidak berkecimpung di sana lagi dan masyarakat sudah saya kasih tahu, 25 batal,” kata Husein. Ia juga menyampaikan permintaan maaf. “Intinya mohon maaf pada masyarakat. Masyarakat Pati Timur Bersatu menyatakan 25 batal demo,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, Husein masih menegaskan akan membawa hingga 50 ribu orang untuk menekan DPRD Kabupaten Pati agar mempercepat pembahasan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket yang mengarah pada pemakzulan Sudewo. Namun akhirnya, rencana tersebut ia cabut setelah melakukan komunikasi langsung dengan Bupati Sudewo melalui video call.

“Betul, saya tadi video call-an sama Pak Bupati. Pertama, saya dulu yang menghubungi, kemudian saya ditelepon Pak Bupati. Beliau posisi lagi di kantor,” ungkap Husein. Dari percakapan itu, ia mengaku aspirasinya sudah diterima.

“Aspirasi saya diterima Bupati dari bawah, ibaratnya Kepala Desa, saya suruh tekan Bupati agar pembangunannya maksimal,” jelasnya.

Husein menilai perjuangan yang awalnya ia lakukan demi masyarakat sudah tidak murni lagi. “Pertimbangannya, semakin saya lihat, orang-orang itu semakin melenceng jauh. Kayak-kayak ditunggangi politik. Kalau saya dari awal riil dari masyarakat,” katanya. Karena itu, ia memutuskan mundur dan melepaskan massa yang selama ini mendukungnya. “Saya dan massa saya sudah melepaskan diri dari mereka,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak mendapat imbalan dari pihak mana pun. “Biarin saja, besok kelihatan (apakah saya disuap atau tidak). Wong omahku yo elek wae kok (Orang rumahku ya jelek saja kok),” pungkasnya.

Namun, keputusan Husein tidak membuat gerakan berhenti. Dua koordinator AMPB, Teguh Istiyanto dan Supriyono alias Botok, memastikan perjuangan untuk melengserkan Sudewo tetap berjalan.

“Bahwa AMPB bukan suatu organisasi, melainkan kumpulan pejuang yang sifatnya kolektif, tidak bertumpu pada satu tokoh atau satu orang saja. Jika Mas Husein menyatakan keluar dari kelompok kami, sudah tidak satu gerbong perjuangan lagi, kami hormati. Kami tidak perlu memusingkan,” kata Teguh di Posko depan Gedung DPRD Pati, Selasa (19/8/2025) malam.

Teguh menegaskan pihaknya tetap konsisten. “Kami minta doa restu warga Pati semua, bahwa tujuan kami masih on the track dan murni. Mau dikatakan kami ditunggangi, dibayari, ada kepentingan politik, biarlah saja. Semua bisa berasumsi. Yang jelas kami tetap berjuang demi Pati dan Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, rencana aksi pada 25 Agustus memang inisiatif pribadi Husein tanpa koordinasi. Aliansi sendiri sudah bersepakat dengan Polresta Pati untuk tidak menggelar demo selama Pansus Hak Angket berjalan.

“Tujuan kami bukan untuk hura-hura atau bikin anarkisme dan bikin Pati tidak kondusif. Kami justru maunya di Pati kondusif,” tegasnya.

Ia menambahkan, perjuangan kini fokus mengawal Pansus Hak Angket di DPRD. Posko di depan gedung DPRD, kata Teguh, akan tetap berdiri untuk memberi dukungan moral kepada anggota dewan.

“Jangan takut, rakyat di belakang kalian,” ujarnya.

Sementara itu, Supriyono alias Botok juga menegaskan mundurnya Husein tidak memengaruhi perjuangan mereka.

“Kami tidak memandang tokoh. Misal Husein keluar dari gerakan ini, hilang satu tumbuh seribu. Kami sepakat tetap menyampaikan aspirasi masyarakat Pati untuk segera melengserkan Sudewo,” katanya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.