MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Investigasi dugaan penggunaan piagam palsu pada PPDB SMAN dan SMKN jalur prestasi di Kota Semarang selesai dilakukan.
Piagam yang dimaksud adalah kejuaran Malaysia International Virtual Band Championships 2022 yang diperoleh grup marching band Gita Bahana Smepsa (SMP Negeri 1 Semarang).
Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan, hasil investigasi menyimpulkan bahwa piagam tersebut diragukan keabsahannya.
“Disimpulkan bahwa piagam penghargaan dari Kejuaraan Malaysia International Virtual Dance Championship 2022 diragukan keabsahannya,” ujar Nana, Rabu (10/7/2024) malam.
Tim Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) yang melalukan investigasi tidak menyatakan secara tegas apakah piagam itu palsu atau tidak.
Ketua Tim APIP, Dhoni Widianto berdalih bahwa pihaknya tidak berkualifikasi untuk menilai keaslian piagam.
“Karena menyatakan palsu atau tidak, perlu forensik. Jadi itu biar aparat penegak hukum. Kami hanya (fokus) masalah administrasi,” jelas Dhoni.
Dia menjelaskan, grup marching band Gita Bahana Smepsa SMP Negeri 1 Semarang benar telah mengikuti ajang kejuaraan internasional yang digelar 5 hingga 10 September 2022.
Hasil penelusuran di website dan Youtube resmi dari penyelenggara lomba didapat informasi bahwa grup Gita Bahana Smepda hanya memperoleh medali perunggu atau Juara 3.
Namun, yang dilampirkan sebagai syarat PPDB menerangkan bahwa grup Gita Bahana Smepda memperoleh medali emas atau juara 1.
“Dari temuan kami (yang dipalsukan) itu peringkatnya, jadi siswa memang ikut kejuaran tersebut ,” imbuh Dhoni. (bhq)