Kedaulatan pangan disebut sebagai fondasi utama untuk menyelesaikan masalah kemiskinan di Indonesia.
Zulkifli Hasan menyebut pemerintah akan membangun 20 ribu hektare tambak di Pulau Jawa dengan target minimal satu tambak di setiap kabupaten.
Program ini diharapkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan 10 sampai 15 juta nelayan.
Penguatan sektor pangan dinilai menjadi langkah awal sebelum meningkatkan kecerdasan dan kualitas gizi masyarakat.
Zulhas menyoroti rendahnya rata-rata IQ masyarakat Indonesia yang berada pada kisaran 72 sampai 78, jauh tertinggal dari negara tetangga yang rata-rata di atas 120.
Ia menekankan pentingnya memperbaiki asupan nutrisi sejak dini agar daya saing SDM Indonesia dapat meningkat.
Pemerintah mendorong program Makan Bergizi Gratis sebagai solusi percepatan peningkatan kualitas gizi.
Tahun ini program tersebut menyasar 50 sampai 60 juta penerima manfaat, dan tahun depan meningkat menjadi 82,9 juta orang.
Ibu hamil hingga pelajar dari jenjang TK sampai SMA menjadi target utama program ini.
Program MBG juga diprediksi menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui meningkatnya permintaan pangan harian.
Konsumsi telur, ayam, ikan, sayur, buah, dan nasi dalam jumlah besar diharapkan mendorong pertumbuhan ritel kecil dan UMKM di berbagai daerah.
Zulhas menyebut ekonomi akan tumbuh dari bawah ketika permintaan pangan meningkat secara merata.
Gerakan ekonomi kerakyatan ini diyakini menjadi kunci bagi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi inklusif.
Zulhas menegaskan bahwa negara hanya bisa tumbuh besar jika seluruh lapisan masyarakat produktif dan berkembang bersama.
Ia optimistis Indonesia dapat mencapai pertumbuhan 6 hingga 8 persen jika kreativitas dan produktivitas rakyat semakin meningkat.