Jumat, April 17, 2026

Kabur karena Dibully Senior, 3 Santri Cilik Jombang Berakhir Diselamatkan Damkar

Tiga santri cilik dari sebuah pondok pesantren di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, nekat kabur karena tak tahan menjadi korban perundungan (bullying) oleh kakak kelas. Peristiwa itu terjadi pada Selasa pagi (22/7/2025) dan langsung menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.

Ketiga santri tersebut adalah AF (12) dan AH (10) asal Kecamatan Wonosalam, Jombang; serta AM (12) asal Sooko, Kabupaten Mojokerto. Mereka kabur dari pondok secara diam-diam sambil membawa tas ransel berisi pakaian masing-masing.

Petugas Damkar Mojoagung, Riza Maulana, mengatakan mereka mendapat laporan dari warga sekitar pukul 6 pagi tentang keberadaan tiga anak yang mencurigakan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Mojoagung.

“Kita mendapat laporan dari warga tentang adanya anak yang kabur dari pondok sekitar pukul enam pagi. Mereka kabur karena dibully oleh kakak kelasnya,” kata Riza saat dikonfirmasi, Rabu (23/7/2025).

Riza menjelaskan, ketiga santri itu mengaku kerap mendapatkan perlakuan kasar dari senior mereka. Selain sering disuruh-suruh, mereka juga mengalami kekerasan fisik ketika menolak perintah.

Menurut narasi yang diunggah oleh akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall, ketiga santri merencanakan pelarian tersebut dengan cukup matang. Mereka menyewa becak untuk pergi ke RTH Mojoagung dan bersembunyi di sana.

Namun gerak-gerik mereka yang terlihat kebingungan memicu kecurigaan warga sekitar. Tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, warga melapor ke Pos Damkar Mojoagung.

Petugas pemadam kebakaran kemudian menjemput dan membawa mereka ke pos untuk diamankan dan diberi edukasi. Di sana, mereka akhirnya menceritakan alasan mereka nekat kabur dari pesantren.

“Ini tadi sudah dijemput oleh pengurus pondok. Sekarang sudah kembali ke sana. Sudah kami serahkan ke pengurus pondok,” kata Riza.

Kisah ketiga santri cilik ini menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang merasa prihatin dengan maraknya kasus perundungan di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren. Beberapa netizen juga memuji tindakan cepat warga dan petugas Damkar.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.