Jumat, April 3, 2026

Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat di Jateng, Juli Sudah Capai Puncak

Musim kemarau 2026 di Jawa Tengah diprediksi tidak berjalan normal.

Sejumlah wilayah bahkan lebih dulu mencapai puncak kemarau pada Juli, atau maju satu bulan dari perkiraan umum yang biasanya terjadi pada Agustus.

Pergeseran ini dinilai krusial karena berpotensi memicu dampak serius, terutama di sektor pertanian dan ketersediaan air bersih.

Data Stasiun Klimatologi Jawa Tengah menunjukkan, percepatan puncak kemarau terjadi di sejumlah daerah seperti Kota Surakarta, sebagian besar Kabupaten Kudus dan Blora, serta wilayah Demak, Sragen, Karanganyar, dan Sukoharjo. Tak hanya itu, sebagian wilayah di Pemalang, Pekalongan, Batang, Pati, Rembang, Grobogan, Boyolali, hingga Wonogiri juga masuk dalam zona terdampak.

Di sisi lain, anomali justru terjadi di wilayah Kepulauan Karimunjawa yang diperkirakan baru mencapai puncak kemarau pada September 2026.

Perbedaan waktu ini memperlihatkan pola musim yang semakin tidak merata di Jawa Tengah.

Awal musim kemarau sendiri diperkirakan mulai terjadi pada Mei 2026. Namun, sejumlah wilayah sudah lebih dulu mengalami kondisi kering sejak April, sementara daerah lainnya baru menyusul pada Juni.

Variasi ini semakin menegaskan adanya pergeseran pola iklim yang perlu diwaspadai.

Dari sisi curah hujan, musim kemarau tahun ini didominasi kategori bawah normal hingga normal.

Kondisi tersebut meningkatkan potensi kekeringan, khususnya di wilayah yang mengalami percepatan puncak musim. Dampaknya tidak hanya pada sektor pertanian, tetapi juga berisiko mengganggu pasokan air bagi masyarakat.

Secara durasi, musim kemarau di Jawa Tengah diperkirakan berlangsung antara 5 hingga 7 bulan.

Namun, beberapa wilayah diprediksi mengalami kemarau lebih singkat, hanya sekitar 10 hingga 12 dasarian.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap pergeseran ini sebagai hal biasa.

Penyesuaian aktivitas menjadi kunci, mulai dari pengaturan pola tanam hingga pengelolaan air yang lebih bijak. Tanpa langkah antisipasi, percepatan kemarau berpotensi memperparah dampak kekeringan di berbagai daerah.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.