Sabtu, Maret 28, 2026

Komnas HAM Bongkar Dampak Serius Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus

Upaya pendalaman terus dilakukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terhadap kondisi Aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang tengah menjalani perawatan di RSCM Jakarta usai menjadi korban penyiraman air keras. Selain aspek medis, Komnas HAM juga menyoroti dampak psikologis yang dialami korban.

“Informasinya sangat mendalam sesuai dengan yang dibutuhkan Komnas HAM terkait dampak medis dan juga dampak psikologis,” kata Anis, dikutip Antara, Kamis (26/3/2026).

Berdasarkan data yang diterima Komnas HAM, kondisi medis Andrie menunjukkan adanya iskemia atau kekurangan aliran darah pada sekitar 40 persen area sklera mata kanan. Kondisi ini menyebabkan penipisan jaringan serta inflamasi yang hingga kini masih berlangsung.

Penanganan medis dilakukan secara komprehensif oleh tim dokter. RSCM melaporkan telah dilakukan operasi terpadu yang melibatkan spesialis mata dan bedah plastik, termasuk pemindahan jaringan intraokular, pemasangan membran amnion, serta tindakan debridement dan cangkok kulit pada sejumlah bagian tubuh korban.

Upaya ini difokuskan untuk menjaga integritas bola mata kanan sekaligus mengendalikan inflamasi melalui pemantauan ketat secara berkelanjutan.

Komnas HAM juga menyoroti bahwa proses pemulihan korban diperkirakan akan berlangsung panjang. Selain membutuhkan operasi lanjutan, kondisi mata korban saat ini masih dalam tahap analisis sehingga belum dapat ditarik kesimpulan akhir terkait tingkat pemulihannya.

Adapun Koordinator Subkomisi Penegakan HAM sekaligus Komisioner Mediasi Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi, menyampaikan bahwa pendalaman dilakukan secara menyeluruh sejak awal korban dirawat hingga rencana pemulihan ke depan.

“Kami mendapatkan informasi terkait kondisi Saudara AY sejak dari awal masuk rumah sakit sampai penanganan terakhir,” ujar Pramono.

Komnas HAM juga menggali dampak cairan kimia terhadap korban, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Hal ini mencakup kondisi fisik dan psikologis sebagai bagian dari analisis komprehensif lembaga tersebut. Pramono menilai langkah medis yang telah dilakukan berjalan secara intensif dan terukur.

“Tindakan medis sejauh ini kami melihat sudah sangat baik, sangat intensif,” ujarnya.

Seluruh data yang dihimpun nantinya akan menjadi dasar bagi Komnas HAM dalam menyusun rekomendasi, sekaligus memastikan penanganan kasus ini berpijak pada fakta medis serta menjamin perlindungan hak korban secara menyeluruh.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.