MELIHAT INDONESIA – Korban tewas kecelakaan Pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan (Korsel), Minggu (29/12/2024), terus bertambah.
Semula, korban tewas kecelakaan pesawat nahas tersebut disebutkan hanya puluhan orang.
Namun, kini otoritas setempat menyebut, korban tewas terus bertambah. Kiwari, korban tewas kecelakaan pesawat Jeju Air mencapai 124 orang.
Pesawat Jeju Air yang mengalami kecelakaan secara keseluruhan membawa 175 penumpang dan 6 awak.
Sebagian besar penumpang adalah warga negara Korea Selatan, kecuali dua orang berkebangsaan Thailand.
Pesawat Jeju Air yang mengalami kecelakaan dijadwalkan berangkat dari Bangkok, Thailand, menuju Muan, Korea Selatan.
Sebelum kecelakaan, diduga pesawat menabrak burung, setelahnya saat hendak mendarat roda pesawat mengalami kerusakan.
Walhasil, pesawat berupaya mendarat tanpa roda yang terjulur keluar, hingga akhirnya keluar api dari mesin jet dan badan pesawat menabrak tembok.
Pesawat yang gagal mendarat itu akhirnya meledak dan hanya menyisakan bagian ekor yang masih utuh.
Insiden ini merupakan kecelakaan udara paling mematikan yang melibatkan maskapai penerbangan Korea Selatan selama hampir tiga dekade.
Dalam video yang ditayangkan oleh media lokal, pesawat Boeing 737-800 bermesin ganda dengan nomor penerbangan 7C2216 itu tampak meluncur di landasan pacu bandara tanpa roda pendaratan.
Dugaan awal penyebab pesawat Jeju Air jatuh di Bandara Muan, Korea Selatan telah diungkap.
Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, pada Minggu (29/12/2024) melaporkan, tabrakan dengan burung kemungkinan besar menjadi penyebab roda pendaratan pesawat Jeju Air tidak berfungsi hingga mengalami kecelakaan di Bandara Internasional Muan pukul 09.04 waktu setempat.
Media Korea Selatan, News1 Korea, melaporkan kecelakaan pesawat di Muan diduga akibat adanya masalah pada roda pendaratan pesawat, dengan mengutip informasi dari pemadam kebakaran Muan.
Kepala Badan Pemadam Kebakaran Korea Selatan, Muan Lee Jung-hyun, menyampaikan sejauh ini baru ada dua awak pesawat yang berhasil diselamatkan dari bagian ekor Jeju Air yang terbakar.
Kedua awak yang terdiri dari seorang pria dan perempuan itu dirawat di rumah sakit dengan luka sedang hingga berat. (*)