Sabtu, April 18, 2026

Masuk Angin Menyebabkan Penyakit Angin Duduk, Cek Faktanya

MEL:IHAT NDONESIA, JAKARTA – Pasti kita semua pernah mendengar istilah masuk angin dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini biasa dinyatakan oleh seseorang saat tubuhnya merasa tidak enak badan.

Istilah ini dipakai untuk menggambarkan kondisi di mana dianggap ada banyak “angin” di dalam tubuh. Dalam ilmu kedokteran, penyebutan penyakit masuk angin sebenarnya tidak ada.

Menueurt dr Andrian Prasetya Wicaksono dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta tidak ada penjelasan medis mengenai penyebab, diagnosis, gejala, dan pengobatan masuk angin.

Namun, istilah ini sudah sangat wajar digunakan masyarakat Indonesia secara turun-temurun.

Jika merujuk pada tanda dan gejala masuk angin yang biasa diistilahkan masyarakat, masuk angin sebenarnya adalah kumpulan gejala yang mengarah pada flu atau influenza yang bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri.

Gejala awal yang biasanya dirasakan adalah linu-linu di persendian dan kondisi tidak enak badan seperti lesu dan mudah lelah. Dalam dunia medis, kondisi linu-linu persendian disebut arthralgia, sakit pada seluruh tubuh disebut myalgia, dan kondisi tidak enak badan disebut malaise.

Influenza adalah infeksi yang berlokasi pada saluran pernapasan dan bisa menimbulkan gejala yang menyeluruh.

Seperti penyakit infeksi lainnya, terdapat respon imun adaptif yang tidak spesifik yang ikut andil dalam terjadinya gejala dan tanda klinis.

Infeksi virus Influenza dimulai dengan invasi pada permukaan epitel saluran napas, berkembang biak dengan cara bereplikasi secara cepat hingga sel epitel saluran napas pecah dan mengalami pengelupasan, lalu virus masuk ke dalam sel.

Virus ini kemudian pindah ke sel lain dan bisa menimbulkan gejala sistemik seperti demam, malaise, dan myalgia.

Penyakit jantung iskemik atau yang sering dikenal sebagai penyakit “angin duduk” adalah kondisi di mana jantung tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Iskemik berarti kurangnya aliran darah.

Terganggunya peredaran darah dan oksigen dapat disebabkan oleh kegagalan fungsi jantung yang signifikan sehingga menimbulkan gejala yang berarti bagi penderita penyakit jantung.

Penyakit jantung bisa terjadi karena berbagai faktor, biasanya akibat kerusakan struktur jantung yang disebabkan oleh kerusakan sel otot-otot jantung.

Hal ini bisa terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan aliran darah ke jantung.

Secara fisiologis, jantung bekerja penuh selama 24 jam tanpa henti untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Intensitas kerja jantung meningkat saat beraktivitas fisik dan kembali normal saat beristirahat.

Pada kondisi tertentu, seperti adanya penyumbatan pembuluh darah jantung, pasokan aliran darah ke otot jantung berkurang dan tidak mencukupi.

Kondisi ini menyebabkan stres pada sel-sel otot jantung sehingga terjadi kerusakan atau kematian sel. Kerusakan ini terus berlanjut selama pasokan darah belum bisa memenuhi kebutuhan sel-sel otot jantung, sehingga menyebabkan gangguan fungsi yang signifikan.

Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa istilah “masuk angin” dan “angin duduk” sering kali disalahpahami dan dianggap saling berhubungan. Padahal, keduanya merupakan kondisi yang berbeda dan tidak saling berkaitan.

Masuk angin atau flu like illness adalah kondisi penyakit saluran pernapasan yang bisa disertai dengan gejala seluruh tubuh.

Sementara itu, angin duduk atau penyakit jantung iskemik adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah, yang berakibat pada kerusakan jantung dan kegagalan fungsi jantung memompa darah ke seluruh tubuh. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.