Jumat, April 17, 2026

Pramono Anung Pastikan Semua Korban Kerusuhan Ditanggung Pemprov

Pascakerusuhan yang pecah saat demonstrasi pada Kamis malam (28/8/2025), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerukan agar seluruh lapisan masyarakat menahan diri dan menjaga kedamaian ibu kota.

Ia menegaskan bahwa kekerasan hanya akan memperburuk keadaan serta mencederai nilai kebersamaan warga Jakarta.

“Kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengutamakan penyelesaian dengan cara yang damai. Jakarta adalah rumah kita bersama, dan kita harus menjaganya agar tetap harmonis dan tertib,” ujar Pramono dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8/2025).

Sebagai bentuk empati, Pramono menyempatkan diri melayat ke rumah duka Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Kehadiran orang nomor satu di Jakarta itu disambut haru keluarga korban serta rekan-rekan sesama pengemudi ojek online yang ikut mengantar jenazah.

Pramono menegaskan bahwa Pemprov Jakarta akan memberikan dukungan penuh bagi keluarga korban, mulai dari proses pemulasaraan hingga pemakaman.

“Kami berkomitmen untuk membantu sepenuhnya agar keluarga tidak terbebani. Pemulasaran dan pemakaman akan kami fasilitasi dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Tidak hanya bagi korban jiwa, perhatian Pemprov Jakarta juga diberikan kepada korban luka. Pemerintah daerah memastikan seluruh korban kerusuhan mendapatkan perawatan medis tanpa biaya. Enam rumah sakit rujukan telah disiagakan, dengan tambahan fasilitas kesehatan lain jika jumlah pasien meningkat.

“Pemprov Jakarta menanggung penuh biaya perawatan bagi seluruh pasien tanpa terkecuali. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan layanan kesehatan terbaik tanpa khawatir soal biaya,” tegas Pramono.

Menutup pernyataannya, Pramono kembali mengingatkan pentingnya menjaga persatuan serta tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh keadaan.

Menurutnya, Jakarta harus menjadi kota damai yang mampu menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog dan musyawarah.

“Jakarta harus menjadi kota yang damai, bukan arena pertikaian. Mari kita jaga bersama agar setiap persoalan diselesaikan dengan dialog, bukan dengan kekerasan,” pungkasnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.