Selasa, April 28, 2026

Pramono Siapkan Bantuan Dan Solusi Cepat untuk Pedagang Usai Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati

Usai peristiwa kebakaran yang melanda bangunan Sub Grosir Buah C2 (A) Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Pramono Anung turun ke lokasi pada Selasa (16/12) untuk meninjau kondisi lapangan sekaligus menyalurkan bantuan kepada para pedagang terdampak.

Dalam kunjungannya, Pramono menyampaikan bantuan kepada 121 pedagang masing-masing sebesar Rp5 juta agar tetap dapat bertahan sementara waktu.

“Memberikan bantuan kepada pedagang, 121 (pedagang) ya, Rp5 juta setiap pedagang supaya mereka bisa tetap bertahan untuk lima hari,” kata Pramono.

Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 350 kios buah dan makanan yang ditempati 121 pedagang di area seluas kurang lebih 6.196 meter persegi, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp10 miliar.

Untuk memastikan aktivitas perdagangan tidak terhenti menjelang Natal dan Tahun Baru, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan lokasi berjualan sementara yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kebakaran.

”Agar para pedagang segera bisa berjualan, maka ditempatkan di tempat ini, yang kurang lebih hanya berjarak 100 meter dari tempat ini. Diperkirakan paling lama lima hari sudah selesai, sehingga para pedagang tetap bisa berdagang dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru,” jelas Pramono.

Pramono juga menginstruksikan percepatan penanganan pasca-kebakaran serta meminta Pasar Jaya memperkuat pencegahan kebakaran, termasuk penambahan hidran.

”Jadi yang seperti itulah yang ke depannya harus dilakukan pencegahan oleh Pasar Jaya. Memang tentunya kita semua tidak mengharapkan peristiwa ini terjadi, tetapi preventif akan lebih menjadi baik,” ucapnya.

Renovasi bangunan pasar akan dilakukan oleh pihak asuransi karena bangunan tersebut telah diasuransikan. Selain itu, Pramono merespons permintaan pedagang terkait kemudahan kredit, mengingat perputaran uang harian Pasar Induk Kramat Jati mencapai Rp100 juta.

”Saya juga baru tahu bahwa ternyata perputaran per hari itu sampai dengan Rp100 juta. Sehingga dengan demikian tadi para pedagang meminta untuk diberikan kemudahan mengambil kredit dari Bank Jakarta,” tandas Pramono.

Sebelumnya, kebakaran diduga bermula dari kios yang menjual bahan mudah terbakar dan sempat ditangani petugas pasar menggunakan APAR sebelum akhirnya bantuan pemadam kebakaran dikerahkan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.