Pemerintah mulai mematangkan operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih yang telah dibangun di berbagai daerah. PT Agrinas Pangan Nusantara ditunjuk untuk menjalankan koperasi tersebut dalam tahap awal selama dua tahun ke depan.
PT Agrinas Pangan Nusantara akan menjalankan operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah yang sudah siap selama dua tahun. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Sampai dengan 31 Maret 2026 pukul 08.08 WIB, sebanyak 3.505 Kopdeskel Merah Putih sudah selesai tahap pembangunan fisiknya. Menurut Zulhas, operasional Kopdeskel Merah Putih dilimpahkan kepada Agrinas Pangan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Ditugaskan selama 2 tahun Agrinas Pangan, ini Pak Jaoa (Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara) dan Pak Tedi (Wakil Kepala BP BUMN) untuk segera menjalankan yang sudah siap tadi itu sebagai mana arahan Bapak Presiden,” ujar Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2026).
Saat ini, sebanyak 25.121 titik Kopdeskel Merah Putih masih dalam tahap pembangunan dan ada 33.168 titik lahan yang siap dibangun. Zulhas menargetkan pembangunanya dapat segera terlaksana hingga 40.000 titik pada Juni mendatang.
“Sekarang 33 (ribu), mudah-mudahan sampai Juni bisa sampai 40 ribu. Setelah 40 ribu kita akan data semuanya,” tambah Zulhas.
Sementara itu, Direktur Utama Agrinas Pangan Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan operasional awal Kopdeskel Merah Putih akan dijalankan terlebih dahulu oleh pihaknya secara profesional.
“Dia akan dijalankan dulu oleh Agrinas secara modern, secara profesional, dengan digitalisasi, dengan terbuka, dan melibatkan pengurus koperasi desa sebagai pengawas, pengontrol, pengendali, dan pemantau,” ujar Joao.
Dalam kurun waktu tersebut, Joao memastikan porsi keuntungan Kopdeskel Merah Putih akan diserahkan ke desa sebesar 97%. Dari total keuntungan nanti, sebesar 82% akan disalurkan ke masyarakat desa setiap bulan dalam bentuk kupon.
“97% keuntungannya akan diserahkan kembali kepada desa selama dua tahun itu, dan selanjutnya terus selama operasional, dan itu nanti 82% akan dibagikan langsung setiap bulan kepada warga desil 1, 2, 3, 4,” tambahnya.
Kupon tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan pokok, mulai dari beras, gas, obat-obatan, hingga pulsa listrik.
“Jadi keuntungan itu akan dibagi kepada warga desa itu sebanyak 82% dari total keuntungannya, yang diberikan dalam bentuk kupon yang akan digunakan untuk dibeli di desa itu kembali,” jelasnya.
Program ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.