Minggu, April 26, 2026

Pusat Riset Animasi dan Game RI Resmi Dibuka di China

Upaya memperkuat kerja sama budaya digital antara Indonesia dan China semakin konkret setelah Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon meresmikan Pusat Penelitian dan Pengembangan Bersama Animasi dan Video Game Sino-Indonesia di Shanghai.

Kehadiran pusat ini difokuskan pada pengembangan animasi, game, kekayaan intelektual berbasis budaya, peningkatan talenta, hingga kolaborasi riset dan industri.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan bahwa fasilitas ini menjadi babak baru kerja sama yang berorientasi pada penciptaan bersama.

“Hari ini, kita membuka ruang baru bagi perjumpaan antara budaya, teknologi, talenta, kreativitas, dan masa depan. Pusat ini menandai pergeseran dari cultural exchange menuju cultural co-creation, dari pertukaran karya menuju produksi bersama yang menghasilkan talenta, IP, riset, teknologi, dan karya kreatif yang menjangkau dunia,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).

Peresmian berlangsung pada Sabtu (25/4), sekaligus menandai penguatan hubungan Indonesia-China yang telah terjalin selama 76 tahun.

“Ke depan, hubungan tersebut akan semakin banyak digerakkan oleh generasi baru, termasuk animator, game developer, storytellers, desainer karakter, seniman visual, programmer, produser, akademisi, dan entrepreneur digital,” tambah Fadli Zon.

Ia menilai China unggul dalam ekosistem industri digital, sementara Indonesia memiliki kekayaan budaya besar sebagai sumber narasi dan karakter.

“Bagi para kreator, Indonesia adalah semesta cerita. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan budaya ini diolah secara kreatif, akurat, dan kompetitif; bagaimana budaya tidak berhenti sebagai ornamen visual, tetapi menjadi sumber pengetahuan, narasi, karakter, dan world-building yang kuat,” tegasnya.

Fadli Zon juga menyoroti besarnya potensi industri game global dan posisi Indonesia sebagai pasar besar di Asia Tenggara.

“Indonesia berada di tengah dinamika besar tersebut. Pada Kuartal I 2026, Indonesia mencatat sekitar 870 juta unduhan mobile game, tertinggi di Asia Tenggara. Indonesia juga memiliki sekitar 192 juta gamers, atau sekitar 43% dari total gamers Asia Tenggara. Nilai pasar game domestik Indonesia diperkirakan mencapai 2,5 miliar dolar AS,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan dominasi game asing masih tinggi sehingga Indonesia perlu memperkuat peran sebagai produsen.

“Kita harus memastikan bahwa Indonesia tidak berhenti sebagai konsumen, tetapi mulai bergerak menjadi produsen, pencipta, pengembang, dan eksportir IP budaya digital. Untuk itu, kita perlu memperkuat ekosistem melalui pembiayaan, riset, teknologi, manajemen produksi, kualitas talenta, pemasaran, distribusi, serta perlindungan IP,” ujar Fadli Zon.

Kementerian Kebudayaan juga terus mendorong digitalisasi budaya melalui berbagai program dan pengembangan inovasi digital.

“Digitalisasi warisan budaya juga telah menghasilkan lebih dari 4.300 aset, termasuk 3D modelling dan scanning. Selain itu, program Budaya GO! telah melibatkan ratusan tim dan ribuan peserta dari puluhan provinsi, sementara program IP-Nesia berbasis budaya mulai mendorong lahirnya game dan animasi yang bersumber dari kekayaan budaya Indonesia,” jelasnya.

Fadli Zon berharap pusat ini menjadi jembatan kolaborasi antara teknologi China dan budaya Indonesia serta memperkuat akses ke pasar global.

“Semoga pusat ini menjadi ruang kolaborasi yang produktif, inklusif, berkelanjutan, dan membawa manfaat besar bagi masa depan kedua bangsa,” pungkas Fadli Zon.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.