Jumat, April 17, 2026

Relawan Jokowi Murka, Pencopotan Budi Arie Dinilai Bentuk Arogansi Prabowo

Pencopotan Budi Arie Setiadi dari jabatan Menteri Koperasi oleh Presiden Prabowo Subianto memicu gejolak politik baru. Tak hanya menyedot perhatian publik dan pengamat politik, keputusan ini juga membuat Relawan Jokowi meluapkan amarahnya.

Ketua Umum relawan We Love Jokowi, Yanes Yosua Frans, mengaku gusar dan mengecam langkah Presiden Prabowo. Menurutnya, tindakan itu menunjukkan sikap arogan seorang kepala negara.

“Pak Prabowo anda jangan terlalu arogan, terlepas anda memiliki hak prerogratif tapi anda tidak menggunakan itu sesuka hati anda,” kata Yanes, Rabu (10/9/2025).

Ia mempertanyakan alasan pencopotan Budi Arie, yang selama ini dianggap sebagai ikon relawan Jokowi.

“Dia salah apa? Apakah dia ada korupsi atau dia bikin salah apa? Anda tiba-tiba mencopotnya di saat dia punya kinerja baik untuk membangun 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Yanes juga menyinggung peran besar Jokowi dan relawannya dalam kemenangan Prabowo di Pilpres 2024. Menurutnya, Jokowi telah berjasa besar, bahkan sejak mengangkat Prabowo sebagai Menteri Pertahanan hingga memberi gelar Jenderal Kehormatan.

“Orang-orang Jokowi seakan-akan mau dipinggirkan semua. Jokowi salah apa dengan kamu, Prabowo? Anda 4 kali ikut pemilu dan kalah semuanya. Terakhir anda minta tolong Jokowi, Jokowi angkat anda sebagai Menhan. Dia mengangkat anda sebagai Jenderal kehormatan, masih kurang apa?” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan soal peran Gibran, putra Jokowi, yang maju sebagai cawapres mendampingi Prabowo.

“Pada Pilpres 2024, dia (Jokowi) telah membantu anda. Anda mengemis minta kepada dia agar anaknya, Gibran, ikut jadi wapres. Kami semua relawan Jokowi sudah diperintahkan juga oleh Pak Jokowi untuk memberikan suara kami kepada Anda,” kata Yanes.

Dengan sikap Prabowo yang dinilai berbalik arah, Yanes merasa jerih payah relawan dikhianati. “Membenci Jokowi sama saja dengan membenci relawan Jokowi,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, mengungkapkan pencopotan Budi Arie tak lepas dari persoalan hukum. Ia mengingatkan, pada akhir 2024 lalu, Budi Arie sempat diperiksa Bareskrim Polri terkait kasus judi online yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Informatika saat ia menjabat sebagai Menkominfo.

“Jelas, pertimbangannya sudah sejak dari dulu bahwa yang bersangkutan mau direshuffle hanya tinggal menunggu waktu kapan waktu yang tepat dan pas untuk direshuffle, karena beliau ini dikaitkan dengan persoalan hukum,” ujar Ray, Selasa (9/9/2025).

Ray menilai langkah Presiden Prabowo adalah penilaian objektif dan sinyal kuat bahwa ia tidak akan mentoleransi tindak pidana, khususnya korupsi, di kabinetnya.

Seperti diketahui, usai gelombang demo anarkis di akhir Agustus 2025, Presiden Prabowo melakukan reshuffle besar pada Senin (8/9/2025). Sebanyak lima menteri dicopot, termasuk Budi Arie. Selain itu, Prabowo juga mengumumkan pembentukan kementerian baru, yakni Kementerian Haji dan Umrah.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.