Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN) memicu kehebohan di Medan.
Peristiwa terjadi di sebuah toko perhiasan di Jalan Karya Bakti, Medan Johor, Jumat (27/6/2025).
Pria tersebut datang membela adiknya yang dituding kerap melakukan pemesanan fiktif layanan ojek online (ojol) dengan tujuan ke toko tersebut.
Menurut pemilik toko, pria itu membawa tas berisi senjata dan mengaku sebagai anggota BIN dari Grup 3 Kopassus.
Aksinya menimbulkan keresahan karena adiknya telah beberapa kali menipu driver ojol, hingga menyebabkan sejumlah pengemudi mendatangi toko dengan emosi.
Kehadiran pria bersenjata itu justru memperkeruh suasana dan memicu kekhawatiran warga.
Pengakuan pria itu sebagai anggota BIN pun menuai keraguan publik, mengingat anggota intelijen tidak diperkenankan menyebut identitas atau afiliasi mereka secara terbuka demi menjaga kerahasiaan operasi.
Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai kebenaran identitas pria tersebut.
Kasus ini pun menyoroti pentingnya verifikasi identitas aparat dan batasan kewenangan dalam menyikapi konflik sipil.