Jumat, April 3, 2026

Simulator Berkuda Polri Seharga Rp1 Miliar Viral, Publik Soroti Fasilitas Pejabat

Sebuah video yang menampilkan simulator berkuda milik Kepolisian Negara Republik Indonesia ramai diperbincangkan di media sosial. Perangkat latihan tersebut menjadi sorotan setelah disebut memiliki harga hingga Rp1 miliar per unit.

Informasi mengenai nilai alat tersebut memicu beragam reaksi dari warganet yang mempertanyakan fungsi dan urgensinya. Perbincangan publik pun kembali mengarah pada isu fasilitas pejabat yang dinilai bernilai fantastis.

Sorotan terhadap fasilitas pejabat sebelumnya juga sempat mencuat dalam kasus mobil dinas milik Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. Mobil dinas tersebut disebut memiliki nilai hingga Rp8,5 miliar dan memicu kritik publik di tengah dorongan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat.

Menanggapi polemik tersebut, Rudy akhirnya memutuskan untuk mengembalikan mobil dinas itu ke kas daerah. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Kalimantan Timur, serta mengucapkan terima kasih atas berbagai kritik yang disampaikan publik.

Setelah isu mobil dinas mereda, perhatian masyarakat kini beralih pada fasilitas lain yang tak kalah menarik perhatian, yakni simulator berkuda milik Polri.

Perangkat latihan tersebut disebut memiliki harga sekitar Rp1 miliar untuk setiap unitnya. Nilai tersebut membuat banyak orang penasaran mengenai kegunaan sebenarnya dari alat tersebut dalam kegiatan kepolisian.

Menanggapi viralnya video yang beredar, Mabes Polri memberikan penjelasan terkait penggunaan alat tersebut. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyebut simulator berkuda itu merupakan fasilitas latihan yang pengadaannya menggunakan anggaran tahun 2016.

“Harganya per unit Rp 1 miliar,” kata Isir kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).
Isir menjelaskan bahwa simulator tersebut digunakan sebagai sarana pelatihan dasar bagi anggota polisi yang bertugas di satuan berkuda.

Menurutnya, terdapat empat unit simulator dengan fungsi berbeda dalam proses latihan menunggang kuda.
Pertama, simulator digunakan untuk mempelajari teknik dasar menunggang kuda, mulai dari berjalan, berlari, hingga galop atau gerakan lari kuda dengan ritme kaki yang seirama.

“Kedua, belajar jumping atau lompat rintangan,” kata Isir.

Sementara dua unit lainnya digunakan untuk latihan balapan atau kecepatan.
Sebelumnya, video mengenai simulator berkuda milik Polri ramai beredar di media sosial. Ruang simulator tersebut diketahui berada di Markas Direktorat Polisi Satwa di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Dalam salah satu video yang beredar, tampak sejumlah anggota polisi, baik pria maupun wanita, mencoba alat tersebut secara bergantian dengan didampingi instruktur.

Para anggota terlihat menunggangi simulator kuda sambil menghadap layar monitor yang menampilkan simulasi medan berkuda. Perangkat tersebut juga bergerak mengikuti kondisi medan yang ditampilkan di layar sehingga memberikan pengalaman latihan yang menyerupai kondisi berkuda sebenarnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.