Musala Majelis Taklim Asobiyah di Ciomas, Kabupaten Bogor, ambruk saat digunakan untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Minggu (7/9/2025) sekitar pukul 09.30 WIB. Insiden tersebut menelan korban jiwa dan puluhan lainnya luka-luka.
“Ambruknya bangunan diduga akibat tidak mampu menahan jemaah waktu acara Maulidan,” ujar Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Inf Henggar Tri Wahono.
Bangunan dua lantai itu disebut roboh karena tak kuat menopang beban dari banyaknya jemaah yang hadir. Kapolsek Ciomas, Kompol Iwan Wahyudi, menuturkan biasanya pengajian hanya diikuti sekitar 30 orang. Namun pada acara maulid, jemaah membludak hingga 120–150 orang. “Nggak tahan (bangunan) jadi dari lantai dua ambruk ke bawah,” jelasnya.
Suasana panik sempat terekam dalam video yang beredar di media sosial. Berdasarkan data sementara, tiga orang meninggal dunia dan sekitar 31 hingga 34 orang mengalami luka-luka.
“Sejauh ini yang terdata sekitar 31 orang sudah dievakuasi ke rumah sakit umum Kota Bogor. Kemudian 3 orang meninggal dunia,” kata Henggar.
BPBD Kabupaten Bogor juga melaporkan identitas korban meninggal, yaitu Ibu Irni yang dibawa ke RS Medical Dramaga, Ibu Wulan di RS PMI Kota Bogor, dan Ibu Yati di RSUD Kota Bogor.
Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir, menyebut banyak korban mengalami luka di kepala dan kaki. “Ada tiga korban akan ditangani lebih serius karena patah tulang. Satu korban dipindahkan ke RS PMI,” ujarnya.
Hingga kini, petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, serta warga masih melakukan evakuasi dan pembersihan material reruntuhan. “Kami tengah melakukan pengecekan ulang untuk memastikan apakah masih ada korban atau tidak,” ucap Dandim Henggar.
Adam Nugraha, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, menambahkan, “Tim gabungan dari TNI, Polri dan BPBD sedang melakukan pembersihan material bangunan runtuh tersebut.”