MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Program transmigrasi ternyata masih diminati. Pada penghujung 2024, puluhan keluarga dari berbagai wilayah Pulau Jawa bertransmigrasi ke luar Jawa.
Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah memfasilitasi warga yang minat dan lolos seleksi menjadi trasnmigran.
Transmigran akan ditempatkan ke wilayah tertentu dan diberi lahan garapan. Harapannya, lahan bisa produktif dan dapat mensejahterakan transmigran.
“Transmigran mendapatkan satu rumah tinggal dan lahan untuk dia bekerja sekitar 2 hektare,” ujar Iftitah usai melepas keberangkatan transmigran di Semarang, Kamis (5/12/2024).
Pemerintah juga memberi bantuan sembako untuk membantu kebutuhan hidup transmigran selama satu tahun pertama.
Pada akhir 2024 ini, Kementerian Transmigrasi memberangkatkan 52 kepala keluarga (KK) asal Jateng, DIY, dan Jatim.
Dia merinci, dari Jateng ada 16 KK terdiri dari 58 jiwa, dari DIY 20 KK terdiri dari 77 jiwa, dan dari Jatim 16 KK terdiri dari 65 jiwa. Setiap KK berasal dari kabupaten/kota yang berbeda.
Mereka akan transmigrasi ke luar Pulau Jawa, disebar ke pelosok desa berbeda untuk mengolah lahan yang telah disiapkan di sana.
Provinsi yang mejadi tujuan tinggal baru para transmigran yakni Sulawesi Selasan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Barat. (*)