MELIHAT INDONESIA – Video Utusan Khusus Presiden, Miftah Maulana Habiburrahman atau yang serig disapa Gus Miftah, mengolok-ngolok penjual es teh saat ia sedang ceramah di atas panggung, viral di media sosial (medsos).
Olok-olok Miftah membuat namanya trending di medsos X, dengan lebih dari 138 ribu unggahan.
Sebagai Utusan Khusus Presiden dan pendakwah, perilaku Miftah dianggap tak pantas dan melukai rakyat kecil.
Terlebih, sebagai Utusan Khusus Presiden ia bagian dari representasi pemerintahan Prabowo Subianto.
Olok-olok Miftah berbalik 180 derajat dengan pernyataan Prabowo Subianto sebelumnya, yang mengaku sangat menghormati Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pedagang kecil lainnya.
Sebelumnya, Prabowo dalam sebuah pidato mengingatkan kepada semua agar menghormati pedagang. Menurut Prabowo, para pedagang merupakan orang yang mulia karena tiap hari keluar mencari nafkah untuk keluarga dengan cara yang halal.
Tak sedikit netizen yang menilai olok-olok Miftah mencoreng nama Presiden Prabowo. Sehingga, sudah sepantasnya ia dicopot dari jabatan publik sebagai Utusan Khusus Presiden.
Terlebih, sebelum olok-olok kepada penjual es teh, Miftah juga viral karena mentoyor kepala istrinya di depan publik.
Setelah mendapat begitu banyak hujatan dan rwaksi negatif dari publik, Miftah menyampaikan permintaan maaf.
Miftah mengakui kekhilafannya, dan meminta maaf langsung kepada si penjual es.
“Saya Miftah Maulana Habiburrahman menanggapi yang viral hari ini, yang pertama dengan kerendahan hati, saya meminta maaf atas kekhilafan saya,” kata Miftah dalam sebuah video yang diunggah ulang Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi di TikTok @hasannasbi, Rabu (4/12).
Ia berjanji akan lebih berhati-hati berbicara di depan publik. Miftah mengaku ditegur Mayor Teddy atas olok-olok dan penghinaannya di depan umum kepada penjual es teh.
“Saya juga sudah ditegur oleh Bapak Seskab (Mayor Teddy Indra Wijaya) yang hari ini berada di Kupang untuk lebih berhati-hati menyampaikan pendapat dan pidato di depan masyarakat umum,” ujarnya.
Sementara, sang penjual es teh Suharji, akrab disapa Pakde, adalah bapak dua anak yang bekerja keras mencukupi kebutuhan keluarganya.
Keuntungan dari jualan es teh sering tak menentu, bahkan pernah hanya mendapat Rp 10 ribu dalam sehari semalam.
Suharji dulunya tukang kayu, namun beralih menjual es teh dan air mineral setelah mengalami kecelakaan. Warganet pun merasa prihatin atas kondisinya. (*)